Home Muslimah Pentingnya Jilbab Bagi Wanita Muslim

Pentingnya Jilbab Bagi Wanita Muslim

by Umi Aga
Pentingnya jilbab bagi wanita muslim

Pentingnya jilbab bagi wanita muslim. Bagi seorang wanita muslim, jilbab adalah simbol harga diri, kemuliaan, penjagaan, dan simbol rasa malu. Allah Swt memerintahkan semua anak perempuan yang telah baligh agar mengenakan hijab atau memakai kerudung. Perintah berjilbab sudah sangat jelas, baik dalam Al Quran maupun Hadist Rasulullah Saw. Sebagai seorang muslimah yang mengharapkan ridho Allah, tentu saja tak ada pilihan lain kecuali mentaati perintah ini.

Perintah Berjilbab dalam Al Quran

“Dan katakanlah kepada para perempuan yang beriman, agar mereka menjaga pandangannya, dan memelihara kemaluannya, janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya), kecuali yang (biasa) terlihat. Hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya, dan janganlah menampakkan perhiasannya (auratnya) kecuali kepada suami mereka, atau ayah mereka, atau ayah suami mereka, atau putra-putra mereka, atau putra-putra suami mereka, atau saudara saudara laki-laki mereka, atau putra-putra saudara lelaki mereka, atau putra-putra saudara perempuan mereka, atau para perempuan (sesama Islam) mereka, atau hamba sahaya yang mereka miliki, atau para pelayan laki-laki (tua) yang tidak mempunyai keinginan (terhadap perempuan), atau anak-anak yang belum mengerti tentang aurat perempuan. Janganlah mereka menghentakkan kakinya agar diketahui perhiasan yang mereka sembunyikan. Bertobatlah kamu semua kepada Allah, wahai orang-orang yang beriman, agar kamu beruntung.” (QS. An-Nur: 31)

“Kecuali yang (biasa) nampak kecuali yang (biasa) nampak” maksudnya perhiasan yang tampak, para ulama berbeda pendapat mengenai batasannya. Menurut Ibnu Mas’ud, maksudnya adalah pakaian seperti selendang. Sedangkan Ibnu Abbas mengatakan bahwa maksudnya adalah celak, cincin, dan pacar untuk telapak tangan. Adapun Ibnu Jubair berpendapat perhiasan yang tampak adalah muka dan kedua tangan.

Baca juga: Istri adalah Anugerah dan Nikmat Allah

Dalam ayat yang mulia ini Allah menyeru wanita mukminah untuk menundukkan pandangan, menjaga kemaluan dengan tidak menampakkan perhiasan kepada non muhrim kecuali apa yang tampak sesuai tabiatnya, seperti pakaian. Hendaklah mereka menjulurkan kerudung mereka sampai ke dada mereka agar mereka dapat menutupi rambut, leher, dan dada mereka.

Janganlah mereka menampakkan perhiasan mereka kecuali kepada suami mereka, atau bapak-bapak mereka, anak anak mereka, keponakan-keponakan mereka, saudara laki laki mereka, anak-anak saudara mereka, anak-anak saudara perempuan mereka atau para muslimah, atau budak laki-laki dan budak perempuan yang mereka miliki, atau orang-orang yang tidak memiliki syahwat seperti laki-laki yang yang sudah tua dan pikun, yang bodoh atau anak-anak yang tidak pernah mengerti aurat wanita atau tidak mengetahui aurat, seperti anak kecil.

Kemudian Allah melarang para mukminah memukulkan kakinya. Karena, terkadang perempuan bila berjalan memukulkan kakinya agar suara perhiasan kakinya terdengar. Pada bagian akhir ayat yang mulia ini Allah menyeru semua hamba-Nya untuk bertaubat dari melanggar perintah dan larangan-Nya. Karena hal itu dapat membuahkan keberuntungan dan kebahagiaan di dunia dan akhirat.

Perintah Berjilbab dalam Hadist

Imam Al-Bukhari meriwayatkan dari Aisyah bahwasanya ia berkata, “Semoga Allah merahmati para perempuan yang hijrah pertama, ketika turun ayat, “Hendaklah mereka menutupkan kain kudung ke dadanya”, mereka merobek kain mereka untuk menutup kepala mereka.” Arti “menutupkan kain kerudung ke dadanya” adalah hendaknya mereka menutup kepala, leher, dan dada mereka dengan menutup seperti perhiasan dan emas.

Pentingnya jilbab bagi wanita muslimah

Pentingnya jilbab bagi wanita muslimah

Ummul Mukminin Aisyah ra menuturkan, “Demi Allah, aku tidak pernah melihat wanita yang lebih mulia dalam membenarkan Kitabullah dan iman kepada At-Tanzil. Sungguh, ketika turun surat An-Nur terkait perintah: “Hendaklah mereka menutupkan kain kerudung ke dadanya”, para suami mereka berpaling menghadap ke arah mereka sambil membacakan ayat yang turun dari Allah kepada mereka. Kemudian seorang suami membacakan kepada istrinya, putrinya, saudara perempuannya, dan semua kerabatnya. Tidak ada seorang perempuan pun di antara mereka kecuali mengenakan kerudung karena membenarkan dan iman kepada perintah Allah dalam kitab-Nya.

Baca juga: Tips Manjur Agar Keluarga Bahagia

Jika ada yang mengatakan bejilbab adalah sebuah kemunduran, maka mari kita berdiskusi tentang arti kemunduran? Arti kemunduran adalah berpegang teguh kepada yang lama. Bila kita ke belakang maka kita akan melihat bahwa tabarruj (bersolek) di muka umum telah menguasai orang-orang jahiliyah. Karena itu Allah melarang hal itu dalam firman-Nya: “Dan hendaklah kamu tetap di rumahmu dan janganlah kamu berhias dan bertingkah laku seperti orang-orang jahiliyah yang dahulu.” (QS. Al-Ahzab: 33)

Seorang Mujahid berkata, “Ketika seorang perempuan keluar dan berjalan di antara para lelaki, maka itulah tabarruj orang-orang jahiliah.” Ibnu Hibban berkata, “Tabarruj adalah mengenakan kerudung di atas kepala dan tidak mengikatnya, sehingga kalung dan lehernya kelihatan. Semua akan tampak darinya. Itulah tabaruj.” Karena itu, perempuan yang tidak berjilbablah yang justru mengalami kemunduran. Yang berjilbablah yang berperadaban dan modern.

Hindari Jilbab Modis

Tabarruj di muka umum adalah salah satu penyakit wanita zaman sekarang. Lantas, apa obat dari penyakit tersebut? Tidak ada obat baginya kecuali mengenakan jilbab. Namun, berhati-hatilah dengan jilbab modis ketika berhijab. Tahukah kamu apa itu jilbab modis? Yaitu model jilbab yang muncul karena beberapa wanita zaman sekarang tidak tahu kriteria jilbab yang sesuai dengan perintah Allah dan Rasul-Nya.

Hari ini bnya yang menganggap hijab atau jilbab sebagai bagian dari hiasan. Tidak sedikit wanita yang membuat bordir berwarna dalam jilbabnya agar menjadi pusat perhatian. Seakan-akan ingin menarik semua mata yang melihat hanya tertuju kepadanya. Sementara beberapa wanita lain membiarkan beberapa helai rambutnya kelihatan dari dalam jilbabnya. Seakan-akan ia ingin memberitahukan keindahan rambutnya, meskipun sedikit tertutupi jilbab.

Baca juga: 4 Kesalahan Penyebab Pertengkaran Rumah Tangga

Marilah kita perhatikan firman Allah berikut: “Wahai Nabi, katakanlah kepada istri-istrimu, anak anak perempuanmu, dan istri-istri orang mukmin, Hendaklah mereka mengulurkan jilbabnya ke seluruh tubuh mereka.” Yang demikian itu supaya mereka lebih mudah untuk dikenal, karena itu mereka tidak di ganggu. Dan Allah adalah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.” (QS. Al-Ahzab: 59)

Ayat ini mengajak semua wanita muslim agar istiqomah dalam berjilbab. Pertanyaan selanjutnya adalah jilbab yang seperti apa? Para ulama sudah berusaha mendalami dan meringkas kriteria-kriteria jilbab pakaian muslimah yang sesuai tuntunan Islam antara lain sebagai berikut:

  1. Menutup semua badan kecuali muka dan kedua telapak tangan.
  2. Tidak ada hiasan yang mencolok
  3. Tebal dan tidak transparan atau tidak menampakkan apa yang ada di dalamnya.
  4. Longgar dan tidak sempit atau yang menampakkan bentuh tubuh
  5. Tidak memakai parfum.
  6. Jangan menyerupai pakaian lelaki dan pakaian wanita non muslim.
  7. Memakai pakaian agar memperoleh pujian dan popularitas

Jika telah memenuhi syarat-syarat berpakaian ini, maka sempurnalah hijab seorang wanita muslimah. Semoga kita mendapatkan hidayah dan kekuatan dari Allah. Hanya dari Allah datangnya pertolongan dan kebenaran. Marilah kita memohon kepada Allah Swt. agar memiliki sifat-sifat terpuji dan berlindung dari sifat tercela. Mudah-mudahan kita mendapatkan Ridho-Nya dan menjadi penghuni surga. Aamiiin.*

Oleh: Umi Aga – Mompreneur tinggal di annidafashion.com
*Disarikan dari buku Mendidik Anak Perempuan Dari Buaian Hingga Pelaminan, karya Ishlahunnisa’ terbitan AQWAM Kartasura – Solo

0 comment

You may also like

Leave a Comment