Home Muslimah 4 Kesalahan Penyebab Pertengkaran Rumah Tangga

4 Kesalahan Penyebab Pertengkaran Rumah Tangga

by Umi Aga
Kesalahan komunikasi penyebab pertengkaran rumah tangga

4 kesalahan penyebab pertengkaran rumah tangga seringkali berawal dari masalah komunikasi. Dari  bangun  tidur  hingga  berbaring  kembali, 70% waktu bangun kita gunakan untuk berkomunikasi. Begitu sebuah penelitian mengungkapkan. Ini berarti, kualitas hidup kita terlihat dari bagaimana kita berkomunikasi dengan sesama; antara suami dan istri, orangtua dan anak, tetangga dengan tetangga lainnya, dan begitu seterusnya. Singkatnya, hidup kita ini ternyata banyak sekali ditentukan oleh bagaimana kita menggunakan mulut kita.

Sebagian terbesar ketidakpuasan perkawinan ternyata bersumber dari masalah komunikasi. Masalah komunikasilah yang paling banyak menyebabkan pertengkaran rumah tangga. Masalah komunikasi sering menjadi sebab utama pertengkaran suami istri, bahkan menjadi penyebab banyak kasus perceraian. Demikian juga, kejadian menyedihkan setelah perceraian, banyak diakibatkan oleh komunikasi, terutama jika kedua pihak saling menyalahkan.

Dalam tinjauan ilmu komunikasi, bentuk hubungan komunikasi dua orang atau lebih yang menyampaikan pesan dengan efek memaksa pada orang lain yang menerima pesan disebut komunikasi koersif (coercive comunication). Komunikasi koersif adakalanya merupakan cara yang secara sadar  orang  pilih untuk  memenangkan  pendapatnya. Akan  tetapi,  banyak orang melakukan komunikasi koersif tanpa menyadari bahwa ia telah melakukan komunikasi dengan efek memaksa yang amat kuat.

Ciri Kesalahan Komunikasi

Mengingat banyak pasangan suami istri melakukan komunikasi koersif tanpa sadar telah melakukan, tulisan berikut bermaksud untuk mengenal ciri-ciri komunikasi koersif. Penjelasan berikut ini mudah-mudahan bisa memberi gambaran yang gambling tentang tanda-tanda komunikasi koersif

1. Menyalahkan Pasangan

Sikap saling menyalahkan rentan terhadap pertengkaran. Menyalahkan pasangan lebih dekat kepada tindakan menilai negatif pada pribadinya, bukan menunjukkan pada tindakan yang salah secara spesifik. Tindakan menyalahkan pasangan akan menyulut kemarahan baik tersembunyi atau terbuka. Pasangan akan menjadi mudah tersinggung. Tindakan berlapang dada menunjukkan kebenaran akan menjadikan kita dapat menyadari kesalahan kita dan insya-Allah akan lebih siap memperbaiki sesuai dengan tingkat kesanggupannya melakukan proses perubahan.

Baca juga: 5 Tujuan Menikah Yang Wajib Diketahui

Ada kalanya kita tidak bermaksud menyalahkan, tetapi ditafsirkan sebagai sikap menyalahkan karena yang kita ajak bicara sedang sensitif emosinya. Persepsi seperti itu juga bisa muncul karena sudah ada zhan (dugaan) kepada kita. Zhan membuat kita menyeleksi informasi yang kita terima sehingga sesuai dengan zhan kita. Ibaratnya, kalau memakai kacamata hijau, kertas putih pun tampak hijau, memakai  kacamata  merah  semua  tampak merah; dan  memakai  kacamata  bening membuat kita  melihat  segala  sesuatu apa adanya, merah tampak merah dan hijau tampak hijau.

2. Saling Menyalahkan

Komunikasi suami-istri akan  bertambah runyam  jika  keduanya sudah  saling menyalahkan. Kebanyakan dari kita mudah sekali terpancing oleh sikap dari teman hidup kita, bahkan kadang sikap yang tidak dimaksudkan untuk membuat kita masygul. Kita mudah mereaksi, sehingga berbalas menyalahkan dapat dengan mudah terjadi ketika teman hidup kita menyalahkan. Alhasil, tak ada penyelesaian masalah kecuali menambah gerahnya suasana batin di rumah.

Saling menyalahkan penyebab pertengkaran rumah tangga

Saling menyalahkan penyebab pertengkaran rumah tangga

Sikap saling menyalahkan ini rentan terhadap pertengkaran; mulanya terpendam lama-lama muncul ke permukaan. Pada  taraf  yang  “ringan” sikap saling menyalahkan menyebabkan masing-masing merasa dongkol. Pada gilirannya menyebabkan masing-masing merasa sebagai pihak yang benar, sementara itu pihak yang lain salah dan tidak pernah mau mengerti, meskipun mereka sebenarnya belum mencoba  untuk  saling  terbuka  dan  saling  memahami.

Jika sikap saling merasa paling benar ini terus tumbuh, kelak pada waktunya akan menyebabkan kepercayaan terhadap teman hidupnya runtuh. Sikap saling menyalahkan ini bisa berkembang, dari lingkup suami-istri kepada lingkup yang lebih luas ketika ipar turut serta dalam adegan saling menyalahkan. Keadaan ini  bisa berkembang ke skala yang lebih luas, misalnya antar orangtua masing-masing pihak atau bahkan antar keluarga besar.

3. Sensitif terhadap Kritik

Yang menyebabkan komunikasi tidak bisa berjalan dengan lancar, khususnya dalam membicarakan masalah-masalah, adalah jika salah satu pihak begitu sensitif terhadap kritik. Pembicaraan yang mengarah kepada kesalahan-kesalahannya, pasangan menganggapnya sebagai kritik. Ini menyebabkan keduanya tidak bisa mendiskusikan dengan baik kesalahan masing-masing maupun masalah yang sedang mereka hadapi bersama-sama.

Baca juga: Ciri-ciri Keluarga Sakinah

Hal-hal yang semestinya bisa terurai dengan tenang dan jelas agar ada jalan keluar yang tepat, tidak bisa didiskusikan karena salah satu pihak cepat merasa dikritik. Lebih-lebih jika sampai menyebabkannya tersinggung. Jika peka terhadap kritik menyebabkan kita mudah emosi dan ujung-ujungnya bisa menyebabkan kita menyalahkan pasangan hidup kita, maka mudah menerima kritik menjadikan kita merasa berterima kasih dan ujung-ujungnya lebih mendekatkan hati.

4. Tidak Mencari Akar Masalah

Komunikasi koersif terjadi antara lain karena kita enggan mencari akar masalah. Karena enggan mencari awal masalah, maka kita tidak melihat alternatif. Pada gilirannya ini memudahkan kita terjatuh ke dalam bentuk distorsi kognitif berupa cara berpikir “semua salah”. Ini terjadi karena pikiran kita yang negatif, persepsi kita yang salah, sikap menyalahkan pasangan dan terlebih-lebih sikap saling menyalahkan.

Karena kita tidak mau mencari akar masalah, maka kita tidak dapat memahami dengan sungguh-sungguh mengapa masalah itu muncul dan tidak segera hilang. Ini kemudian bisa menimbulkan distorsi kognitif dengan mengalihkan masalah kepada orang, sehingga kita melihat negatif pada suami atau istri kita. Semoga bermanfaat.

Rangkuman dari Buku Kado Pernikahan  – Karya Muh. Fauzil Adhim

0 comment

You may also like

Leave a Comment