Home Artikel Tahukan Anda Tujuan Mulia Pernikahan Rasulullah Saw?

Tahukan Anda Tujuan Mulia Pernikahan Rasulullah Saw?

by Umi Aga
Tujuan Mulia Pernikahan Rasulullah Saw

Tahukan Anda Tujuan Mulia Pernikahan Rasulullah Saw? Rasulullah Saw adalah sosok yang memiliki keistimewaan kesempurnaan fisik dan kemuliaan budi pekertinya. Mungkin tidak akan ada gambaran yang dapat menjelaskan dua kesempurnaannya itu. Dengan kesempurnaan yang beliau miliki itu semua hati akan terpengaruh hingga mengagungkan dan menyanjung beliau dengan pengagungan dan sanjungan yang tidak pernah terucap kepada siapa pun.

Orang-orang yang hidup berdampingan dengan beliau pasti akan mencintai beliau sepenuh hati. Tidak peduli apapun yang akan terjadi nantinya. Semua itu muncul karena kesempurnaan yang ada pada diri beliau. Seluruh fase atau tahapan kehidupan beliau merupakan bimbingan dari Allah Swt. Kesemuanya memiliki hikmah, ibrah, dan pelajaran bagi umatnya. Dan wajib menjadi teladan serta rujukan bagi pengikutnya.

Tidak terkecuali dalam kehidupan rumah tangga Rasulullah Saw, patut menjadi acuan dan teladan. Dalam kehidupan rumah tangga beliau terdapat pelajaran yang sangat berharga bagi orang-orang yang berilmu. Bukti nyata dan teladan mulia dalam kehidupan berumah tangga tentang prinsip-prinsip keadilan bias kita dapatkan dari beliau.

Rumah Tangga Rasulullah Saw

Berbicara tentang rumah tangga Rasulullah Saw tentu saja tidak bisa kita lepaskan dari istri-istri beliau. Sebagaimana maklum adanya, bahwa nabi Muhammad Saw memiliki keistimewaan daripada umatnya. Beliau memiliki kekhususan untuk menikahi perempuan lebih dari empat. Jumlah wanita yang beliau nikahi ada tiga belas orang. Pernikahan tersebut tentunya berdasarkan pada tujuan yang beragam.

Baca Juga: 5 Tujuan Menikah Yang Wajib Diketahui

  1. Khadijah binti Khuwailid. Rumah tangga Nabi Muhammad Saw yang beliau bangun di Mekah sebelum hijrah adalah bersama Khadijah binti Khuwailid. Rasulullah Saw menikahinya saat beliau berusia 25 tahun, sedangkan Khadijah saat itu berusia empat puluh tahun. Khadijah adalah wanita pertama yang menjadi istri beliau. Semasa hidup bersamanya, beliau tidak menikah dengan wanita yang lainnya.
  2. Saudah binti Zam’ah. Rasulullah Saw menikah dengan Saudah binti Zam’ah pada bu lan Syawal tahun kesepuluh dari masa kenabian. Sekitar sebulan setelah meninggalnya Khadijah, sebelumnya dia adalah istri anak pamannya as Sakran bin Amr, yang kemudian meninggal dunia.
  3. ‘Aisyah binti Abu Bakar ash-Shiddiq. Beliau menikah dengannya pada bulan Syawal tahun kesebelas dari masa kenabian, satu tahun setelah pernikahan beliau dengan Saudah. Atau dua tahun lima bulan sebelum peristiwa hijrah. Beliau menikahi ‘Aisyah saat dia berusia enam tahun. Baru hidup satu atap dengan beliau pada bulan Syawal, tujuh bulan setelah hijrah ke Madinah. ‘Aisyah adalah satu-satunya wanita yang beliau nikahi dengan status sebagai gadis. Dia termasuk istri yang paling Rasulullah Saw cintai dan merupakan sosok yang banyak memahami ilmu di tengah umat beliau.
  4. Hafshah binti Umar bin Khaththab. Hafshah merupakan janda setelah suaminya meninggal, Khunais bin Hudafah as Sahmy, sekitar antara Perang Badar dan Perang Uhud. Kemudian dia menjadi istri Rasulullah Saw pada bulan Sya’ban tahun ketiga H. Dan meninggal dunia pada bulan Sya’ban tahun 45 H pada usia enam puluh tahun dan makamnya di al-Baqi’.
  5. Zainab binti Khuzaimah. Zainab binti Khuzaimah berasal dari bani Hilal bin Amir bin Sha’sha’ah. Dia masyhur dengan sebutan Ummul Masakin (Ibunda orang orang miskin) karena belas kasihnya serta kemurahan hati dia terhadap orang-orang miskin. Sebelumnya dia adalah istri Abdullah bin Jahsy yang syahid pada Perang Uhud. Beliau menikahinya pada tahun keempat H. Dia meninggal dunia sekitar tiga bulan setelah pernikahan dengan beliau, yaitu pada akhir bulan Rabi’ul Akhir tahun keempat H. Rasulullah Saw sendiri menyolati jenazahnya, dan makamnya di al-Baqi’.
  6. Ummu Salamah Hindun binti Abu Umayyah. Sebelumnya Ummu Salamah adalah istri Abu Salamah. Dia memi liki beberapa orang putra. Suaminya meninggal pada bulan Jumadil Akhir tahun keempat H, kemudian beliau menikahinya pada akhir bulan Syawal tahun yang sama. Dia meninggal dunia pada tahun 59 H saat berusia 84 tahun. Ada juga yang mengatakan pada tahun 62 H dan makamnya di al-Baqi’.
  7. Zainab binti Jahsy bin Ribab. Zainab binti Jahsy berasal dari bani Asad bin Khuzaimah. Dia adalah putri dari bibi Rasulullah Saw sendiri. Sebelumnya dia adalah istri Zaid bin Haritsah, orang yang pernah diangkat sebagai anak oleh Nabi Saw, Zaid bin Haritsah menceraikan Zainab bin Jahsy. Setelah masa iddahnya selesai, turun firman Allah kepada beliau yang mengatakan: “Maka ketika Zaid telah mengakhiri keperluannya terhadap istrinya (menceraikannya) kami kawinkan kamu dengan dia.” (Q.S. al-Ahzab : 37)
  8. Juwairiyyah binti al-Harits. Al-Harits, ayah Juwairiyyah adalah salah seorang pemimpin bani Musthaliq dari Khuza’ah. Tadinya, Juwairiyyah berada bersama dengan para tawanan dari bani Musthaliq, yang kemudian menjadi bagian Tsabit bin Qais bin Syams. Kemudian Rasulullah Saw membayar tebusannya, lalu menikahinya pada bulan Sya’ban tahun keenam H. Saat itulah beliau memerdekakan seratus orang-orang Islam dari keluarga bani Musthaliq.
  9. Ummu Habibah Ramlah binti Abu Sufyan. Sebelumnya dia adalah istri dari Ubaidillah bin Jahsy. Sebelumnya, Ummu Habibah ikut hijrah bersama suaminya ke Habsyah.. Tetapi di sana, Ubaidillah murtad dan memeluk agama Nasrani serta meninggal di sana. Sedangkan Ummu Habibah teguh dalam agama dan hijrahnya. Rasulullah Saw kemudian menikahinya. Beliau memberikan mahar empat ratus dinar. Ummu Habibah meninggal dunia pada tahun 42 atau ada juga yang menyebutkan tahun 44 H.
  10. Shafiyyah binti Huyyay bin Akhthab. Huyay bin Akhthab, ayah Shafiyyah adalah pemimpin bani Nadhir dari bani Israil. Saat itu, Shafiyyah adalah salah satu tawanan dari Perang Khaibar. Rasulullah Saw memilih dia untuk diri beliau. Beliau menawar kan agar dia masuk Islam, dan dia pun memenuhinya. Maka beliau mem bebaskannya. Setelah penaklukan benteng Khaibar, beliau mengikat tali pernikahan dengannya. Shafiyyah meninggal dunia pada tahun 50, ada juga yang mengatakan tahun 52, dan makamnya di al-Baqi’.
  11. Maimunah binti al-Harits. Dia adalah saudara perempuan Ummu Fadhl Lubabah binti al Harits. Beliau menikahinya pada bulan Dzulqa’dah tahun ke-7 H, yaitu ketika Umrah Qadha, setelah habis masa iddahnya. Beliau tinggal bersamanya di Sarif yang jaraknya sekitar 9 mil dari Mekah. Dia meninggal dunia di Sarif tahun 61.

Baca juga: Tips Manjur Agar Keluarga Bahagia

Dua orang lainnya yang menjadi istri beliau adalah mereka yang tidak hidup bersama dengan Rasulullah Saw. Salah seorang di antaranya berasal dari bani Kilab dan satunya lagi dari Kindah, yang dikenal dengan nama al-Juwainiyyah. Ada juga dua orang wanita yang termasuk budak yang beliau nikahi, salah satunya bernama Mariyyah al-Qibthiyyah, yang pernah dihadiahkan oleh al-Muqauqis.

Yang satunya lagi adalah Raihanah binti Zaid an-Nadhiriyyah atau al-Quraidziyyah. Beliau memilihnya untuk beliau. Ada juga yang mengatakan bahwa dia adalah istri beliau yang dimerdekakan baru kemudian beliau menikahinya. Pendapat pertama dikuatkan oleh Ibnu Qayyim. Sedangkan Abu Ubaidah menambahkan dua nama yang lain, yaitu Jamilah yang termasuk tawanan dan jariyyah yang dihadiahkan oleh Zainab binti Jahasy kepada beliau. Itulah beberapa wanita yang menjadi istri Rasulullah Saw.* (Bersambung) *Dari Kitab Shahih Sirah Nabawiyah, Karya Syaikh Shafiyurrahman al-Mubarakfury, Terbitan Darul Aqidah 2007

Oleh : Ummu Dzaga – Mompreneur tinggal di www.annidafshion.com

0 comment

You may also like

Leave a Comment