Home Muslimah Inilah Cara Mudah Menjadi Penghafal Al Quran

Inilah Cara Mudah Menjadi Penghafal Al Quran

by Umi Aga
Inilah Cara Mudah Menjadi Penghafal Al Quran

Inilah Cara Mudah Menjadi Penghafal Al Quran. Salah satu keistimewaan Islam adalah dengan diturunkannya Al Quran. Al Quran ini mempunyai kedudukan yang luar biasa bagi manusia untuk menemukan kebahagiaan sejati. Al Quran menjadi penawar hati, petunjuk sumber rahmat, dan teman terbaik dalam menghadapi kesulitan-kesulitan perjuangan hidup.

Rasulullah saw bersabda, “Sebaik-baik kalian adalah orang yang belajar Al Quran dan Mengajarkannya.” (HR. Bukhari dari Utsman Ra). “Kuwariskan kepada umatku dua hal, yang jika berpegang teguh kepada keduanya niscaya tidak akan tersesat selama-lamanya yakni Kitabullah (Al Quran) dan Sunah Rasulullah.” (HR. Bukhari dan Muslim). Dua hadist ini menekankan bahwa betapa pentingnya Al Quran bagi manusia.

Kemuliaan Belajar Al-Quran

Di antara tolok ukur kebaikan seseorang yang paling utama dalam penilaian Rasulullah saw. adalah orang yang mau belajar Al Quran dan mengajarkannya kepada orang lain. Karena selain dia mendapatkan pahala mengikuti apa yang dilakukan Rasulullah Saw dan mempelajarinya, ia juga akan mendapatkan pahala plus karena telah mengajarkan Al Quran kepada orang lain. Hadist yang menunjukkan kemuliaan belajar Al Quran antara lain adalah sebagai berikut.

Dari Abu Musa Al-Asyari r.a. berkata bahwa Rasulullah saw. bersabda, “Perumpamaan orang mukmin yang membaca Al Quran adalah seperti buah utrujah, baunya harum dan rasanya juga enak. Dan perumpamaan orang mukmin yang tidak membaca Al Quran adalah seperti buah kurma, baunya tidak semerbak, namun rasanya manis. Sedangkan perumpaan orang munafik yang membaca Al Quran adalah laksana buah raihanah yang baunya harum namun rasanya pahit. Dan perumpamaan orang munafik yang tidak membaca Al Quran adalah seperti buah hanzhalah, baunya tidak wangi dan rasanya juga pahit.” (HR Muslim)

Dua pahala pada hadits di atas adalah pahala membaca dan pahala karena kesulitannya saat membaca. Ini hanya terjadi saat orang membaca Al Quran. Oleh karena itu, para sahabat memiliki perhatian yang begitu besar terhadap pembelajaran Al Quran. Sehingga mereka gemar dan rajin belajar dari Rasulullah Saw dan kemudian mengajarkannya kepada anak-anak mereka serta orang lain.

Baca juga: Inilah Cara Melatih Kecerdasan Anak Usia Dini

Dalam sebuah hadits yang lain disebutkan bahwa akhlak Rasulullah saw. adalah Al Quran. Semua orang Islam mengetahui bagaimana keagungan akhlak Rasulullah. Bila kita memahami hadits yang menjelaskan bahwa akhlak Rasululiah adalah Al Quran. Maka kita akan memeroleh gambaran bahwa pada hakikatnya jika kita ingin mengenal akhlak Rasulullah maka tidak ada jalan lain melainkan harus mengenal Al Quran.

Ayah Penyiap Penghafal Al-Quran

Bagi seorang ayah yang ingin mencetak generasi qurani tidak ada jalan selain mempersiapkan anak-anaknya dengan mempelajari Al Quran. Anak adalah calon seorang ayah untuk anak-anaknya kelak yang mempunyai harapan tinggi untuk menjadi hamba-hamba saleh di muka bumi.

Salah satu hal yang penting dalam mempelajari Al Quran adalah menumbuhkan semangat untuk tetap bercita-cita menghafalkan Al Quran. Bahkan, adalah suatu musibah ketika cita-cita untuk menghafalkan Al Quran ini hilang dalam hidup seorang muslim. Untuk itu, hendaklah setiap muslim selalu melakukan evaluasi diri tentang cita-cita yang penting ini.

Inilah Cara Mudah Menjadi Penghafal Al Quran

Inilah Cara Mudah Menjadi Penghafal Al Quran

Di antara penghargaan yang pernah diberikan Rasulullah kepada para sahabat penghafal Al-Quran adalah perhatian yang khusus. Yakni kepada mereka yang syahid di dalam Perang Uhud pada hari Sabtu tanggal 11 Syawal 3 H (6 Maret 625 M). Rasulullah saw mendahulukan pemakaman para sahabat yang paling banyak hafalan Al-Qurannya. Ini menunjukkan salah satu kemuliaan yang didapatkan oleh para penghafal Al-Quran.

Selanjutnya, seorang ayah hendaklah selalu berinteraksi secara baik dengan anak-anaknya dalam pembuatan jadwal yang berhubungan dengan Al-Quran. Misalnya, mempersiapkan dan membuat perencanaan dengan waktu-waktu tertentu bersama anak guna mempelajari dan menghafalkan Al-Quran. Dalam sebuah hadits yang diriwayatkan oleh Imam Bukhari menyebutkan bahwa waktu pagi, siang dan malam adalah waktu yang baik.

Baca juga: Tips Manjur Agar Keluarga Bahagia

Sebagai contoh waktu yang dapat kita gunakan untuk mempelajari, menghafalkan, serta mengulang hafalan Al-Quran adalah antara lain waktu di pagi hari sehabis shalat Subuh sampai terbitnya matahari. Waktu siang hari sehabis shalat Zuhur, waktu sore sehabis shalat Ashar. Dan waktu malam sehabis shalat Isya, atau ketika melakukan shalat Tahajud.

Faktor Penghambat dan Penguat Menghafal Al-Quran

Ada beberapa faktor yang menyebabkan orang malas menghafal Al-Quran, antara lain adalah sebagai berikut:

  1. Merasa bahwa menghafal itu pekerjaan sulit dan membosankan.
  2. Merasa bacaan Al-Qurannya belum standar tingkat kefasihanya.
  3. Belum saatnya untuk menghafal.
  4. Kondisi fisik yang tidak memungkinkan.
  5. menghafalkan Al-Quran adalah tidak penting.
  6. Tidak tahu dari mana mulai menghafal.
  7. Keinginan yang tidak ada.
  8. Kesibukan yang merenggut waktu.
  9. Ada pekerjaan lain yang lebih didahulukan.
  10. Lingkungan yang tidak mendukungnya.
  11. Hiburan TV serta internet yang menarik.

Sedangkan hal-hal tertentu yang dapat menguatkan kehendak dalam menghafalkan Al-Quran adalah antara lain sebagai berikut:

  1. Bercita-cita untuk menghafal Al-Quran.
  2. Bergaul dengan orang yang menghafal Al-Quran.
  3. Membuat jadwal menghafal Al-Quran.
  4. Terus istiqamah dengan cita-citanya.
  5. Selalu menjaga makanan yang halal.
  6. Keinginan untuk membantu orang tuanya di akhirat.
  7. yakin bahwa menghafal Al-Quran adalah mudah sebagaimana penegasan Allah swt
  8. Memperbanyak berdoa kepada Allah agar dipermudah dalam menghafal.

Satu hal yang penting dalam pendidikan anak-anak adalah mengajarkan Al-Quran. Mulailah dari diri pribadi seorang ayah untuk senantiasa dekat dengan Al Quran. Mempelajarinya lalu mengajarkannya kepada anak-anak. sehingga akan bermunculan generasi-generasi Al Quran yang kuat. Sayyid Qutub mengatakan bahwa generasi sahabat Rasulullah adalah generasi yang unik. Dengan bersumber pokok yang kuat, membuat generasi pertama menjadi generasi yang unik dengan Al-Quran. Hanya Al Quran yang menjadi sumber panduan, pedoman, perjalanan hidup, dan perilaku mereka.

Demikian tadi beberapa hal penghambat dan penguat kita dalam menghafal Al Quran. Karena begitu pentingnya menghafal Al Quran, seorang ayah perlu menguasai metode untuk menghafal Al Quran. Dan setelah menghafal Al Quran menjadi kebiasaan keluarga, langkah selanjutnya adalah menjaga hafalan. Sebab, pengaruh lingkungan dan menariknya acara-acara TV membuat anak-anak kita cepat lupa dengan hafalannya. Semoga bermanfaat dan selamat mencoba. (Dari Buku Ayah Juara 7 Hari – Menjadi Ayah Qurani)

0 comment

You may also like

Leave a Comment