Home Muslimah 10 Kepribadian Mulia Seorang Muslimah

10 Kepribadian Mulia Seorang Muslimah

by Umi Aga
10 Kepribadian Mulia Seorang Muslimah

10 Kepribadian Mulia Seorang Muslimah. Kepribadian merupakan sifat atau karakter yang melekat pada diri seorang manusia. Seorang muslimah akan senantiasa berupaya memiliki kepribadian yang berlandaskan kepada Al Quran dan sunah Rasulullah saw. Dengan berpegang teguh pada kedua sumber itu, akan terciptalah sosok muslimah yang kuat dan tangguh.

Dalam sebuah hadist disebutkan bahwa “Dunia adalah perhiasan, dan sebaik-baik perhiasan dunia adalah isteri yang shalihah.” (HR Muslim). Untuk menjadi sebaik-baik perhiasan, seorang wanita dan istri yang shalihah tentu harus memiliki kepribadian dan karakter mulia. Nah, Pribadi seperti apakah yang harus dimiliki oleh seorang muslimah?

1. Akidah yang Lurus dan Bersih

Apabila seseorang sudah menyatakan dirinya sebagai seorang muslimah, konsekuensinya ia akan memiliki kelurusan akidah. Aqidah yang lurus adalah mempercayai segala sesuatu datangnya dari Allah. Pemahaman akan akidah sangatlah penting karena akidah tersebut akan menentukan pola berpikir kita dalam memecahkan permasalahan hidup sehari-hari. Jika akidahnya menyimpang, kemungkinan besar kita akan memandang suatu permasalahan dengan cara yang menyimpang pula. Akibatnya, kita akan berusaha memecahkan permasalahan dengan cara yang menyimpang atau tidak sesuai dengan syariat Islam. Semakin kuat akidahnya, seorang muslimah tidak akan mudah terperosok ke dalam hal-hal yang tidak diridhai Allah Swt. Bentuk akidah yang lurus di antaranya menjauhi semua perbuatan syirik, seperti meminta pertolongan kepada dukun, jin, mempercayai jimat, percaya angka 13 adalah angka sial, dan lain sebagainya.

2. Ibadah yang Benar

Seorang muslimah akan menjaga keikhlasan dalam ibadah dan melaksanakan ibadah sebagaimana yang dicontohkan oleh Rasulullah saw. Kita memahami bahwa ibadah adalah penghubung kita dengan Allah. Salah satu tanda seseorang sudah beribadah dengan benar adalah timbulnya ketenangan dalam batin (jiwa) setelah melakukan ibadah. Seorang muslimah juga tidak boleh merasa puas dengan ibadah yang sudah dilakukan. Ia akan berusaha untuk melakukan ibadah semaksimal mungkin baik ibadah wajib maupun sunah. la akan berusaha untuk memelihara qiyamulail, tilawah, dan tadabur Al Quran. Ia juga tidak lupa untuk selalu berdoa dan bertobat memohon ampun kepada Allah Swt.

3. Akhlak yang Kokoh

Seorang muslimah juga memiliki akhlak islami dalam dirinya sebagaimana yang dicontohkan oleh Rasulullah saw. Beberapa contoh akhlak islami yaitu tidak takabur, jujur, memenuhi janji, sabar, lemah lembut, pemaaf, menjaga lisannya, tidak bergibah, tidak mengadu domba, tidak memfitnah, dan tidak mencaci maki, berani, menghindari hal-hal yang sia-sia, memanggil orang dengan panggilan yang disukainya, berbakti kepada orang tua, memuliakan tetangga, murah hati, bersungguh-sungguh dalam bekerja, Qanaah, sedikit bercanda, menjauhi hal yang syubhat, tawadu tanpa merendahkan diri, dan menundukkan pandangan dari hal-hal yang diharamkan oleh Allah. Bahkan, membuang sampah pada tempatnya juga merupakan contoh akhlak islami.

Baca juga: 8 Cara Berbakti Saat Orang Tua Masih Hidup

4. Kekuatan Jasmani

Seorang muslimah memiliki fisik yang kuat dan sehat agar dapat beribadah dan beraktivitas dengan optimal, sebagaimana Rasulullah saw. bersabda, “Mukmin yang kuat lebih aku cintai daripada mukmin yang lemah” (HR. Muslim). Cara menjaga kekuatan fisik di antaranya adalah dengan menjaga adab makan dan minum sesuai sunah Rasulullah, mengonsumsi makanan yang halal dan tayib (baik), berolahraga, bangun sebelum fajar, tidak merokok, melakukan shaum sunah, bersih badan, pakaian, dan tempat tinggal, serta tidur cukup.

5. Keluasan Wawasan

Allah Swt. memberikan keutamaan dan kemuliaan kepada orang-orang yang berilmu. Bagi muslimah, ilmu merupakan suatu sarana untuk lebih mendekatkan dirinya kepada Allah. Semakin dalam ilmunya, semakin dalam pula keyakinannya kepada kebesaran Sang Pemilik Ilmu, yaitu Allah Swt. Dalam beraktivitas ataupun beribadah, muslimah hendaknya memahami ilmunya agar tidak terjebak dalam perbuatan yang tidak dicontohkan Rasulullah. Perbuatan ini tidak akan bernilai di mata Allah.

6. Berjuang Melawan Hawa Nafsu

Nafsu memiliki pengaruh yang sangat besar terhadap keinginan manusia untuk melakukan satu perbuatan (baik berupa perbuatan yang baik menurut Allah maupun perbuatan yang termasuk hawa nafsu buruk) dan memilih satu dari dua jalan yang disediakan oleh Allah dalam rangka ujian di dunia, yaitu antara jalan takwa dan durhaka. Seorang muslimah akan selalu menjaga hawa nafsu agar tetap berada dalam koridor Islam. Berjuang melawan hawa nafsu di antaranya menjauhi segala yang berbau haram dan maksiat, seperti minuman yang memabukkan (khamr), narkoba, berjudi, pacaran, zina, makan makanan haram, korupsi, suap-menyuap, sumpah palsu, dan bergosip.

10 Kepribadian Mulia Seorang Muslimah

10 Kepribadian Mulia Seorang Muslimah

7. Pandai Menjaga Waktu

Seorang muslimah akan senantiasa memperhatikan waktunya agar selalu bermanfaat di hadapan Allah Swt. Mereka berusaha mengelola waktunya agar tidak terbuang sia-sia. Rasulullah bersabda bahwa “Ada dua bentuk nikmat yang paling sering diabaikan tanpa disadari, yaitu sehat dan waktu.” Pada hari kiamat, manusia akan ditanya oleh Allah mengenai waktu yang telah dilaluinya selama berada di dunia, apakah digunakan untuk hal-hal yang diridhai Allah atau tidak. Sewaktu-waktu Allah akan mencabut nyawa kita. Oleh karena itu, kita senantiasa berusaha memanfaatkan waktu seoptimal mungkin agar tidak mengalami penyesalan. Ingatlah, waktu tidak akan terulang untuk kedua kalinya.

8. Teratur dalam suatu Urusan

Sebaiknya dalam setiap urusan, kita dapat menyelesaikan dengan bak teratur, profesional, sungguh-sungguh, disiplin, dan sesuai dengan aturan yang ditetapkan oleh Islam. Kita menghindari serabutan atau asal-asalan dalam menjalani hidup karena dalarn Islam dikenal suatu konsep yang disebut ihsan. Dalam konteks ibadah, ihsan berarti kita beribadah seolah-olah kita melihat Allah dan meskipun kita tidak dapat melihat Allah, yakinlah Allah pasti melihat kita. Dalam konteks aktivitas atau amal perbuatan, ihsan berarti perbuatan yang baik dan berkualitas.

Baca juga: 5 Tuntunan Islam Bagi Wanita Karir

9. Memiliki kemampuan Usaha Sendiri

Walaupun perintah untuk mencari nafkah hanya ditujukan bagi laki-laki saja, seorang muslimah dianjurkan untuk memiliki kemandirian, terutama dari segi ekonomi. Kita berusaha menghindari sifat meminta-minta dan menjadi beban bagi orang lain. Sebagaimana hadis Rasulullah, “Tangan yang di atas itu lebih baik dari tangan di bawah” Khusus untuk muslimah yang sudah menikah, tidak ada larangan baginya untuk bekerja sepanjang ia tidak melalaikan kewajiban utamanya dalam mengurus rumah tangganya. Satu di antara bentuk tolong-menolong istri kepada suaminya adalah dengan membantu sang suami dalam memenuhi nafkah untuk keluarga.

10. Bermanfaat bagi Orang Lain

Seorang muslimah sebaiknya memberikan manfaat bagi orang lain. Muslimah akan selalu memerhatikan kondisi orang-orang di sekitarnya dan menolongnya bila dibutuhkan karena ingat akan janji Allah dalam hadis Rasulullah, “Siapa yang meringankan beban penderitaan seorang mukim di dunia, pasti Allah akan meringankan beban penderitaan di akhirat kelak. Siapa yang memudahkan orang yang dalam keadaan susah, pasti Allah akan memudahkan urusannya di dunia dan akhirat. Siapa yang menutupi aib seorang muslim, pasti Allah akan menutupi aibnya di dunia dan akhirat. Dan Allah akan selalu menolong hamba-Nya jika hamba tersebut menolong saudaranya.” (HR. Muslim)

Demikianlah 10 kepribadian mulia seorang muslimah. Sebagai seorang muslimah, hendaknya kita berusaha sebaik-baiknya agar memiliki pribadi dan karakter tersebut di atas. Tak lupa juga kita memohon kepada Allah Swt agar diberikan kekuatan dan dianugerahi sifat, kepribadian, dan akhlaq yang mulia. Aamiin. (Disarikan dari Buku Jadi Muslimah Kudu Sukses – Tim ILNA Learning Center)

0 comment

You may also like

Leave a Comment