Home Artikel 7 Langkah Menguatkan Jiwa dan Mental Anak

7 Langkah Menguatkan Jiwa dan Mental Anak

by Umi Aga
7 Langkah Menguatkan Jiwa dan Mental Anak

7 Langkah Menguatkan Jiwa dan Mental Anak. Orang tua adalah pendidik pertama dan utama bagi anak. Sebagai orang tua kita harus mengetahui kondisi perkembangan anak, baik secara fisik maupun psikis. Secara fisik, sebagai orang tua kita harus memenuhi kebutuhan anak baik asupan makanan, tempat tinggal, maupun pakaian. Termasuk juga mempersiapkan pendidikan anak. Kebutuhan psikologis, berupa kasih sayang, rasa dicintai, rasa aman, dan kebutuhan psikis lainnya juga wajib dipenuhi oleh orang tua.

Dalam perkembangannya, tidak sedikit anak yang mengalami gangguan tumbuh kembang baik fisik maupun psikisnya. Orang tua harus peduli dan tidak abai dengan hal ini. Tidak jarang kita temukan ada anak yang memiliki fisik baik, tetapi secara psikis memiliki gangguan. Tidak percara diri, sulit bergaul, gampang menyerah, berjiwa lemah, dan sebagainya. Hal ini tentu saja tidak boleh dibiarkan. Orang tua sebagai pendidik pertama dan utama harus bisa membentuk mental dan jiwa anak yang kuat.

Nah berikut ini ada sejumlah langkah yang bisa dilakukan orang tua dalam rangka membuat jiwa dan mental anak menjadi lebih kuat. Agar kedepannya, anak menjadi pribadi yang lebih baik, berkembang secara optimal, dan sukses dalam menjalani kehidupannya kelak. Secara umum langkah-langkah untuk menguatkan jiwa dan mental anak adalah sebagai berikut:

1. Tidak memanjakan anak

Memanjakan anak itu ibarat memberikan racun berbalut gula-gula. Tanpa sadar, orang tua bermaksud melindungi, menyayangi, tak mau membebani, hal itu berakibat pada penghancuran anak secara perlahan, tapi pasti. Hal itu akan tergambar pada kepribadian anak yang lemah dalam menghadapi kesulitan-kesulitan hidup. Bagaimana gambaran singkat perilaku memanjakan itu? Memanjakan berarti memenuhi segala hal yang diminta anak, bukan memberi apa yang anak perlukan sehingga anak lambat laun tak bisa membedakan antara hal yang mereka inginkan dengan hal mereka butuhkan.

Baca juga: Mengenal Cara Belajar Anak Sesuai Tahapan Usia

2. Tidak pilih kasih

Pilih kasih berarti memperhatikan anak dengan tidak proporsional. Perhatian orang tua yang pilih kasih biasanya akan menjadi berbuncah kalau anak mempunyai sesuatu yang membanggakan atau menyenangkan hati orang tua. Namun, untuk anak yang biasa-biasa saja perhatian orang tua juga akan biasa-biasa saja. Karena itu, prinsip utama yang harus dipegang dalam kondisi ini adalah semua anak harus dicintai bagaimanapun keadaannya.

3. Menerima perbedaan pendapat dengan anak

Sebagai orang tua kita harus dapat menerima perbedaan dengan anak. Mengapa? Sebab anak tak mungkin selalu salah dan orang tua tak mungkin selalu benar. Jangan sampai anak yang mempunyai pendapat berbeda dianggap sebagai anak yang kurang ajar atau melawan orang tua. Ada sejumlah manfaat jika kita mau mempertimbangkan perbedaan pendapat dengan anak, yaitu :

  1. Merangsang suasana dialogis antara orang tua dan anak dengan alasan-alasan yang rasional
  2. Mendekatkan hubungan anak dan orang tua
  3. Melatih anak atau orang tua untuk berjiwa besar jika pendapatnya terbukti tidak benar
7 Langkah Menguatkan Jiwa dan Mental Anak

7 Langkah Menguatkan Jiwa dan Mental Anak

4. Tidak membanding-bandingkan anak

Membandingkan anak dengan orang lain itu ibarat pisau tajam yang mampu menyayat hati yang terdalam. Alasan negatif yang mendorong hal ini terjadi biasanya agar anak malu melihat orang lain yang berhasil. Sedangkan alasan positif yang biasa diutarakan orang tua adalah agar anak terpacu motivasinya untuk mencontoh, meneladani, atau bahkan melampaui prestasi orang lain. Sebenarnya, tindakan membanding-bandingkan ini lebih banyak sisi negatifnya daripada sisi positif yang bisa diambil. Sebab, membandingkan anak dengan pihak lain, anak akan merasa dirinya sebagai pecundang, merasa salah atau ada ketidakberesan, sementara pihak lain yang dijadikan pembanding adalah orang yang sempurna.

5. Berhati-hati dalam bicara dengan anak

Kadangkala kata-kata itu seperti air segar penawar dahaga, namun kadangkala kata-kata juga seperti pedang yang mampu menyobek hati. Untuk itu, sebagai orang tua, sudah semestinya jika kata-kata yang kita sampaikan pada anak adalah kata-kata positif, bukan kata-kata negatif yang mampu meracuni atau membuat cacat jiwa anak. Karena itu, orang tua perlu perhatian dalam hal:

  1. Membiasakan memberi pengertian pada anak, bukan dengan marah-marah atau mengomel sepanjang hari
  2. Hindari mengutuk, memaki-maki, mengumpat, apalagi mengancam
  3. Hindari kata-kata yang bersifat sinis, kethus, sengak.

Baca juga: 4 Tahap Perkembangan Anak

6. Memberikan hukuman yang mendidik

Hukuman diberikan kepada anak jika melakukan kesalahan yang fatal. Memang sering terjadi kesalahkaprahan dalam konsep mencintai anak. Orang tua sering merasa tidak tega untuk menghukum anak. Hal ini akan menyebabkan anak menjadi merasa apapun yang diperbuatnya selalu benar. Akibatnya, anak akan berkembang menjadi pribadi yang tidak realistis dan tidak mempunyai daya tahan yang cukup dalam menghadapi permasalahan. Artinya, anak harus mendapatkan hukuman yang Positif manakala ia melakukan tindakan yang fatal.

7. Memberikan pengertian tentang stress pada anak

Hidup tak selalu mulus, kadang bergelombang, kadang pula sangat terjal. Untuk itu, sebagai orang tua, kita perlu memberikan bekal pada anak tentang โ€œparadigma yang positifโ€ terhadap kehidupan. Sedih dan gembira adalah suatu kenyataan yang akan datang silih berganti. Tak perlu terlalu gembira hingga lupa diri, tak perlu terlalu terluka berdarah-darah saat menghadapi masalah. Ajarkan pada anak-anak untuk senantiasa bersyukur saat menemui keberhasilan dan bersabar saat mendapati kegagalan. Sebab, bersyukur itu berpahala, bersabar pun berpahala. Betapa indahnya jika segala hal yang akan kita jumpai senantiasa bernilai pahala manakala kita bisa bersikap dengan bijak. Semoga bermanfaat. (Disarikan dari Buku 8 Strategies Motivating Children to Learn: Memotivasi Anak agar Keranjingan Belajar? โ€“ Karya Suhadi Fadjaray)

0 comment

You may also like

Leave a Comment