Home Hidup Sehat Inilah Nutrisi Seimbang Saat Bulan Ramadhan

Inilah Nutrisi Seimbang Saat Bulan Ramadhan

by Umi Aga
Inilah nutrisi seimbang saat bulan Ramadhan

Inilah nutrisi seimbang pada saat bulan Ramadhan yang perlu diperhatikan. Asupan nutrisi ketika bulan Ramadhan menjadi hal penting untuk dijaga agar kita dan keluarga bisa maksimal menjalankan ibadah. Selain pula agar kondisi tubuh tetap terjaga dan sehat senantiasa meskipun kita dalam kondisi berpuasa.

Ibadah wajib berpuasa

Ibadah puasa adalah menahan diri dari hal-hal yang membatalkan puasa sejak terbit fajar hingga terbenam matahari dengan niat puasa. Puasa di bulan Ramadhan adalah salah satu rukun Islam yang wajib dijalankan oleh umat Islam. Sebagaimana Allah Ta’ala jelaskan dalam ayat-Nya, “Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa.” (QS Al Baqarah ayat 183).

Puasa tidak hanya berdimensi ibadah sebagai bentuk ketaatan kepada Allah. Tetapi juga berdimensi muamalah dan bermanfaat untuk kesehatan tubuh. Jadi, puasa tidak hanya sebuah kewajiban, ibadah puasa juga memiliki banyak manfaat bagi tubuh kita. Rasulullah SAW bersabda, “Berpuasalah, maka kamu akan sehat.” (HR Tabrani).

Sebuah riset ilmiah mengatakan bahwa setelah menjalani puasa Ramadhan sebagian besar subjek penelitian (53,8%) status tekanan darahnya terkontrol. Penelitian lain juga menyebutkan bahwa puasa dapat mengurangi berat badan dan massa lemak tubuh. Orang yang melakukan puasa Ramadhan selama minimal 24 hari dapat menurunkan berat badan sebesar 3.06 kg.

Baca juga: Manfaat Madu Yang Luar Biasa dan Jarang diketahui

Dalam hitungan hari, kita akan memasuki bulan suci Ramadhan tahun 2022. Berpuasa di tengah kondisi pandemi tentu mengharuskan kita untuk lebih ekstra dalam menjaga asupan nutrisi makanan. Kita harus tetap menjalankan ibadah di bulan ramadhan dengan baik dengan tetap menjaga kondisi imunitas tubuh. Nah pertanyaannya bagaimana nutrisi makanan yang baik selama puasa?

Pola makan ketika berpuasa

Selama menjalankan ibaadah puasa, makanan yang kita konsumsi haruslah tetap memenuhi prinsip gizi seimbang. Tujuannya agar kebutuhan zat gizi makro (karbohidrat, protein, lemak) dan zat gizi mikro (vitamin dan mineral) tetap terpenuhi dengan baik. Jenis dan jumlah zat gizi yang sesuai dengan kebutuhan tubuh dapat mempertahankan berat badan normal untuk mencegah masalah gizi.

kebutuhan selama puasa dan tidak puasa tetap sama, yang membedakan adalah pengaturan komposisinya saja. Jumlah kebutuhan energi rata-rata orang dewasa adalah ± 2100 kkal. Jumlah ini harus tetap terpenuhi meskipun di siang hari bulan puasa kita tidak mendapatkan asupan makan. Pada saat puasa, pola makan bisa kita atur dengan cara sebagai berikut.

"<yoastmark

1. Makanan pembuka (takjil)

Kita dianjurkan untuk segera berbuka puasa. Tetapi tidak disarankan untuk langsung mengkonsumsi makanan dalam jumlah yang langsung banyak. Ketika berbuka puasa sebaiknya kita mengkonsumsi makanan ringan yang manis-manis. Makanan pembuka ini setara dengan ± 7 biji kurma (80 gram). Porsi makanan pembuka ini adalah sebesar 10%.

2. Makanan utama

Setelah menunaikan ibadah sholat magrib dapat kita lanjutkan dengan makanan utama sebagai berikut: Nasi putih 200 gram, Tahu Pepes 100 gram, Ayam Goreng 50 gram, Sayur Sop 100 gram, Buah Pepaya 150 gram, Snack Pisang goreng 50 gram. Makanan utama berbuka puasa ini porsinya sebesar 35%.

3. Makanan penutup

Makanan penutup sebagai tambahan menu utama dapat kita konsumsi setelah sholat tarawih. Tentu saja tidak boleh langsung tidur setelah makan. Menu makanan penutup ini dapat berupa Bubur Kacang Ijo 200 gram dan Buah Pepaya 100 gram. Makanan penutup ini porsinya sebesar 15%.

Baca juga:  Inilah Segudang Khasiat Pare yang Luar Biasa

4. Makanan sahur

Ketika makan sahur, kita dianjurkan untuk mengakhirkan waktunya. Adapun menu makanan yang bisa kita konsumsi untuk makan sahur adalah Nasi putih 200 gram, Tempe Bacem 50 gram, Telur Dadar 70 gram, Sayur Asem 150 gram, Buah Pisang 100 gram, dan Susu 250 ml. Makanan sahur ini porsinya sebesar 40%.

Asupan cairan

Selain asupan makanan, perlu juga kita perhatikan asupan cairan selama berpuasa agar tidak terjadi dehidrasi. Yaitu di mana kondisi tubuh kekurangan cairan, yang bisa menggangu cara kerja tubuh. Bahkan dehidrasi bisa berakibat fatal. Maka kebutuhan cairan tubuh wajib untuk tetap kita penuhi. Kebutuhan cairan dalam sehari adalah sebanyak 8 gelas (minimal).

Kebutuhan asupan cairan tubuh, selain bisa kita dapatkan dari konsumsi air putih bisa kita peroleh dari berbagai macam sayuran dan buah-buahan. Sayuran dan buah-buahan biasanya mengandung air hingga 98%. Selain mengandung air, sayur dan buah-buahann juga mengandung mineral serta vitamin yang baik untuk tubuh.

Sedangkan untuk pembagian waktu minumnya yaitu sebagai berikut saat berbuka puasa, sebaiknya minum 1 gelas air putih. Setelah selesai sholat magrib (1 gelas). Sesudah makan makanan utama berbuka puasa (1 gelas). Sebelum tarawih (1 gelas). Setelah tarawih (1 gelas). Sebelum tidur (1 gelas). Setelah bangun tidur untuk sahur (1 gelas). Dan sesudah makan makanan sahur (1 gelas).

Nah, inilah tadi pembahasan rinci tentang nutrisi seimbang saat bulan Ramadhan. Semoga tulisan ini bisa memberikan gambaran khususnya buat para bunda dalam mempersiapkan menu makanan untuk keluarga di bulan Puasa. Semoga di bulan Puasa Ramadhan 1443 H ini kita mencapai derajat taqwa dan kembali kepada fitrah manusia seutuhnya. Aamiin. (*Dari berbagai sumber)

0 comment

You may also like

Leave a Comment