Home Muslimah Inilah Cara Melatih Kecerdasan Anak Usia Dini

Inilah Cara Melatih Kecerdasan Anak Usia Dini

by Umi Aga
Inilah Cara Melatih Kecerdasan Anak Usia Dini

Inilah cara melatih kecerdasan anak usia dini. Anak usia dini belajar melalui bermain. Agar dapat memahami konsep belajar melalui bermain, kita sebagai orang dewasa perlu menengok ke dalam otak anak. Seluruh gerak motorik anak bersumber dari dalam otak. Setiap gerakan dan aktivitas fisik akan mempengaruhi perkembangan otak anak. Melalui aktivitas anak, kita dapat mengetahui bagaimana perkembangan otak anak. Tulisan singkat ini mencoba menjelaskan perkembangan otak anak melalui bermain.

Perkembangan Otak Anak

Pada saat anak baru lahir, sel-sel otak masih berdiri sendiri. Belum ada hubungan antara sel otak yang satu dengan sel otak yang lain. Hal ini dapat kita lihat pada bayi yang baru lahir, mereka tidak dapat bereaksi apa-apa, mereka hanya bisa menangis. Orang tua secara bertahap yakni ibu, ayah, dan orang yang lebih tua darinya memberikan rangsangan. Sehingga kemampuan bayi bertambah sesuai rangsangan yang kita berikan.

Pertambahan jumlah sel otak yang dapat berhubungan dengan sel otak lain inilah yang kita sebut perkembangan otak anak. Perkembangan ini dapat kita ketahui dengan bertambahnya kemampuan anak. Misalnya adalah pada awalnya bayi tidak bisa senyum, sekarang ia sudah bisa senyum bila kita bicara padanya. Contoh lain, dengan rangsangan bunyi-bunyian, anak mulai menirukan suara melalui lisannya.

Semua kegiatan bermakna yang anak lakukan akan membangun sebuah konsep pada anak. Dan konsep yang positif akan terbangun, jika kegiatan tersebut anak laksanakan dalam keadaan yang menyenangkan. Atas dasar ini, maka seluruh program yang bertujuan untuk membangun perkembangan otak anak dapat dia lakukan dalam suasana bermain. Dan tentu saja konsep bermain yang aman dan sesuai dengan perkembangan kemampuan fisiknya.

Baca juga: Pentingnya Jilbab Bagi Wanita Muslim

Konsep bermain pada anak usia dini bisa kita mulai dengan sebuah permainan sederhana. Kosenp permainan sederhana yang bisa bayi lakukan akan terus berkembang lebih kompleks. Sesuai dengan bertambahnya waktu atau usia anak dan banyaknya pengalaman bermain. Oleh karena itu, bermain menjadi sangat penting bagi anak.

Konsep Permainan Sederhana

Berikut ini adalah konsep permainan sederhana untuk anak usia dini berdasaran beberapa kriteria:

  1. Anak termotivasi dari dalam dirinya sendiri. Mereka bermain dengan nyaman, tidak ada seorang pun yang meminta mereka melakukan sesuatu, dan mereka melakukannya sendiri.
  2. Anak-anak bermain bebas dari tekanan di luar dirinya.
  3. Permainan dia lakukan seperti dalam hidup yang sesungguhnya.
  4. Bermain lebih bertujuan pada proses bukan hasil.
  5. Permainan dengan dominasi anak (kalaupun ikut bermain, orang dewasa hanya berperan sebagai pendamping).
  6. Anak terlibat dengan aktif dalam permainan tersebut.
Inilah Cara Melatih Kecerdasan Anak Usia Dini

Inilah Cara Melatih Kecerdasan Anak Usia Dini

Hal yang orang dewasa perlu perhatikan agar permainan tersebut membuat anak belajar, bukan hanya sekedar bermain dan dapat membangun kemampuan berpikirnya adalah:

  1. Bagaimana anak menghubungkan hal-hal yang baru dia ketahui dengan pengetahuan yang sudah dia miliki, dalam proses bermain.
  2. Anak merasa mampu. Permainan tersebut harus dapat anak kontrol dengan baik. Jika terlalu sulit akan membuat anak frustasi, sedangkan permainan yang terlalu mudah akan membuat anak merasa bosan. Bermian yang menyenangkan adalah bila anak mau dan mampu melaksanakannya, sesuai dengan tahap perkembangan anak.
  3. Anak menikmati permainan. Hal ini dapat terjadi, apabila anak yang memilih sendiri, hendak bermain apa dan menentukan sendiri apa yang akan dilakukannya.

Sebuah penelitian para ahli yang mengamati perkembangan anak sejak lahir sampai usia 18 tahun. Satu temuan bahwa pendidikan yang baik adalah pendidikan yang memberikan kesempatan kepada anak untuk menemukan sendiri pengertian atau konsep tentang dirinya, benda-benda dan orang-orang di sekitar dia maupun lingkungan serta alam raya beserta isinya.

Baca juga: 5 Tips Manjur Agar Keluarga Bahagia

Pendidikan Melalui Permainan

Dia juga mengerti bagaimana berinteraksi dengan orang atau lingkungan sebagaimana dia mengerti berinteraksi dengan diri dan keinginannya sendiri. Pada akhirnya dia dapat merasakan hidup yang nyaman dan selalu mampu berbahagia di setiap tahap usianya apapun masalah yang dia hadapi. Untuk mencapai hasil pendidikan yang baik, ada beberapa proses belajar sejak anak lahir sampai dengan usia 18 tahun, yaitu sebagai berikut ini:

  1. Sejak bayi lahir sampai akil balig, anak belajar melalui permainan. Macam-macam permainnanya adalah main dengan diri sendiri, main dengan mainan, bermain simbol dan apabila sudah masuk SD sampai menjelang akil balig dia bermain tanda serta main dengan aturan.
  2. Usia akil balig sampai 18 tahun proses belajar yang terbaik adalah belajar melalui “kerja”. Dengan memberikan proyek-proyek yang sudah kita rancang dengan teliti di mana bila anak selesai mengerjakan proyek tersebut materi-materi dapat mengalir kepada anak.

Setiap kegiatan anak bertujuan membangun lebih dari satu dasar kecerdasan. Modifikasi dapat kita lakukan apabila kita sudah menguasai tahap-tahap perkembangan anak. Dengan mengamati anak bermain kita dapat menjadi tahu mainan apa yang sesuai untuk anak dan interaksi yang mendukung perkembangannya. Mainan atau media yang sesuai dengan kebutuhan ketika anak bermain. Dukungan ketika bermain, berupa ucapan-ucapan atau komentar yang tepat dan ilmiah membuat kegiatan menjadi sarana belajar bagi anak. Semoga bermanfaat dan selamat mencoba. (Dari Buku Membangun Kecerdasan Anak 0-3 tahun Melalui Membaca dab Bermain)

0 comment

You may also like

Leave a Comment