4 Sifat Mulia Rasulullah Yang Wajib Kita Teladani. Rabiul Awwal adalah bulan kelahiran Nabiyullah Muhammad Saw. Bulan Raibul Awwal seringkali disebut sebagai bulan maulid. Kita akan menemukan banyak peringatan maulid yang dilakukan oleh umat muslim. Pembacaan sholawat kepada Nabi akan marak kita temui. Bulan Maulid sering juga diisi dengan membaca sejarah perjalanan hidup Rasulullah Saw. Hal terpenting bagi kita dalam peringatan maulid adalah mengetahui akhlak beliau dan kemudian mengikutinya.
Akhlaq Rasulullah Saw amatlah sempurna. Kita tidak akan mungkin mampu mengikuti dan meneladi akhlaq Nabi shallallahu βalaihi wa sallam secara keseluruhan. Akhlak beliau begitu tinggi dan mulia. Dalam setiap gerak langkahnya, hembusan nafasnya tercermin kesempurnaan dan keindahan akhlaq. Meskipun kita tidak dapat meneladani dan menggambarkan keseluruhan akhlak Nabi yang mulia, akan tetapi kita dapat mengetahui akhlak beliau baik dari Kitab Sirah Nabawiyah, Kitab Maulid, Hadist dan Al-Quranul.
Allah Swt berfirman dalam Al-Quran surah al-Taubah ayat 128 tentang sifat Nabi Muhammad shallallahu βalaihi wa sallam: βSungguh telah datang kepadamu seorang Rasul dari kaummu sendiri, berat terasa olehnya penderitaanmu, sangat menginginkan (keimanan dan keselamatan) bagimu, amat belas kasihan lagi penyayang terhadap orang-orang mukmin.β
Baca juga: 4 Cara Menumbuhkan Kecintaan Kepada Nabi Muhammad Saw
Sungguh, Rasulullah Muhammad Saw merupakan sosok penyayang. Dalam tafsir al-Mishbah dijelaskan bahwa Nabi Muhammad adalah seorang manusia sama seperti kita, namun Nabi merasa sedih dengan penderitaan yang kita rasakan. Nabi ingin umatnya hidup dalam kemudahan dengan adanya petunjuk dari Allah dan beliau sangat mengasihi dan menyayangi orang-orang yang beriman.
4 Sifat Mulia Rasulullah Saw
Dalam surat At Taubah ayat 128 terdapat 4 sifat mulia dalam diri Nabi Muhammad saw. Empat sifat yang wajib kita teladani yang tergambar pada ayat di atas, yaitu pertama Azizun, kedua Harishun, ketiga Raufun, dan keempat Rahimun.
Pertama, Azizun yakni Berat terasa olehnya
Azizun memiliki arti berat terasa olehnya adalah bahwa semua kesengsaraan, kesusahan, kesedihan, dan hal-hal pahit lain yang dirasakan umat Islam juga dirasakan oleh Nabi Muhammad. Beliau merasakan semua itu sebelum dirasakan oleh umatnya, Bahkan semua waktu-waktu yang ia miliki hanya digunakan untuk memikirkan umatnya. Tidak hanya di dunia, Rasulullah Sawvjuga selalu disibukkan dengan urusan-urusan umatnya ketika di akhirat.
Dari sifat mulia ini kita bisa belajar bagaimana bersabar dalam menghadapi ujian kesengsaraan dalam ber-Islam. Selain itu kita juga belajar ketegaran, keteguhan, dan kekuatan hati dalam memperjuangkan Islam. Berani berkorban untuk kepentingan umat Islam juga salah satu teladan dari sifat mulia ini.
Kedua, Harishun yaitu sangat menginginkan keimanan
Sifat mulia ini maksunya adalah terdapat keinginan yang sangat besar agar semua umat manusia berada dalam keimanan dan cahaya hidayah. Selain itu juga agar umat manusia jauh dari semua bentuk kemusyrikan. Keinginan yang sangat besar agar umat manusia terbebas dari kejahiliyahan menuju zaman kejayaan peradaban Islam. Keinginan atau himmah yang sangat tinggi untuk mengajak manusia memeluk ajaran Islam.
Baca juga:Β Inilah Langkah-langkah Mencintai Rasulullah Muhammad Saw
Sifat ini bisa kita teladani dengan cara pantang menyerah dan penuh semangat dalam menjalankan perintah Allah Swt. Ketika datang ujian dan cobaan, tidak akan menyurutkan semangat dalam memperjuangkan agama. Tidak akan menyerah dalam menjalani dakwah dan memperjuangkan agama Allah Apapun tantangan dan ancamannya.
Ketiga, Rauufun yaitu penyantun
Rasulullah Saw merupakan sosok yang sangat penyantun dan penuh kasih sayang. Bukti keagungan sikap santun Rasulullah adalah tidak mendoakan keburukan kepada orang yang telah menyakitinya yaitu dari kaumnya sendiri, padahal Beliau mampu melakukannya, yang kalau Beliau mau mendoakan kecelakaan atas mereka maka Alloh akan menghancurkan mereka, dan membinasakan mereka.
Dalam meneladani sifat penyantun ini, kita belajar pengendalian diri, meredam emosi dan melatih diri untuk selalu menjadi seorang yang pemaaf. Senantiasa berusaha menajadi pribadi yang tidak emosional, selalu tenang menghadapi permasalahan, dan meletakkan kemaslahatan umat di atas kemanfaatan pribadi.
Keempat, Rahimun yakni penyayang
Kasih sayang Rasul dapat dilihat dari sifat-sifatnya yang sangat mulia. Sebagaimana disebutkan dalam Alquran, beliau memiliki sifat lemah lembut kepada para sahabatnya, memaafkan mereka, bahkan memohonkan ampun kepada Allah atas dosa-dosa dan kesalahan mereka. Kasih sayang yang beliau ungkapkan bahkan secara terang-terangan pernah diucapkan di hadapan para sahabat. Bahkan ketika menyembelih hewan kurban, beliau menasihati umatnya untuk memperlakukan hewan dengan sebaik-baiknya.
Kita bisa meneladani sifat keempat ini dengan berbagai cara diantaranya peduli kepada orang yang tertimpa musibah, membantu orang yang membutuhkan pertolongan, menyayangi anak yatim piatu, sayang kepada keluarga. Bahkan di ingkup berbangsa dan bernegara kita bisa menjadi sosok pengayom bagi seluruh warga negara.
Di bulan kelahiran baginda Rasulullah Saw ini, marilah kita perbanyak membaca sholawat dan mengingat-ingat sejarah kehidupan beliau. Semoga dengan banyaknya sholawat dan βNgeling-elingβ sejarah kehidupan nabi, mampu menyelamatkan kita di dunia dan di hari pembalasan kelak. Serta akan menyelamatkan kita dari huru-hara di yaumil Qiyamah dengan adanya syafaatnya. Aamiin.
