Home Muslimah 4 Cara Menumbuhkan Kecintaan Kepada Nabi Muhammad Saw

4 Cara Menumbuhkan Kecintaan Kepada Nabi Muhammad Saw

by Umi Aga
4 Cara Menumbuhkan Kecintaan Kepada Nabi Muhammad Saw

Inilah 4 Cara Menumbuhkan Kecintaan Kepada Nabi Muhammad Saw. Bulan Rabiul Awwal sering disebut sebagai bulan Maulid, artinya “waktu kelahiran”. Sebutan bulan yang merujuk kepada kelahiran Nabiyullah Muhammad Saw. Sebagai seorang muslim tentu saja kita patut bergembira dan bersukacita atas kelahiran dan kedatangan seorang manusia paling mulia. Kehadiran beliau di tengah umat manusia tentu saja membawa kemaslahatan, kemanfaatan, keberkahan, dan anugerah yang luar biasa. Membawa manusia dari kegelapan, kehinaan menuju masa keselamatan dan kejayaan yang gilang gemilang.

Nah, sebagai seorang muslim kita tentu saja telah mengikrarkan dua kalimat syahadat. Asyhadu an laa ilaaha illallaah, wa asyhadu anna muhammadan rasuulullaah. Artinya, kita semua pasti telah mempersaksikan bahwa Allah adalah Tuhan kita dan tidak ada Tuhan yang kita sembah selain-Nya. Di saat bersamaan, kita juga bersaksi bahwa nabi Muhammad Saw adalah utusan-Nya.

Krisis Sosok Teladan

Dewasa ini, banyak orang yang sangat detail mengenal bintang-bintang sepakbola atau penyanyi, akan tetapi malah tidak mengenal sosok Sang Nabi akhir zaman, Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. Ia mengerti klub mana saja yang pernah disinggahi pemain idolanya; berapa nomor punggungnya; berapa jumlah golnya; berapa nilai transfernya; siapa pacar atau istrinya; kapan hari ulang tahunnya; dari mana negara asalnya; dan seterusnya.

Mungkin ia juga hafal di luar kepala semua lagu-lagu yang dilantunkan penyanyi favoritnya; tahu dengan detail apa warna kesukaannya; apa makanan dan minuman kegemarannya; kapan dan di mana kelahirannya; dan lain
sebagainya. Tetapi, bagaimana mungkin ia malah tidak banyak mengerti kehidupan Nabinya, seseorang yang jelas-jelas ia butuhkan bimbingannya dalam kehidupan dunia ini dan ia harapkan syafa’atnya kelak di akhirat?

Baca juga: 6 Kiat Jitu Memilih Sekolah untuk Anak

Tentu, hal seperti ini sangat ironis bila terjadi pada diri seorang mukmin, yang notabene telah mengikrarkan dua kalimat syahadat. Membaca dan mempelajari siroh (sejarah kehidupan) beliau bukanlah tugas biasa, akan
tetapi tugas iman. Sebab, hal itu berkait erat dengan paruh kedua dari syahadatain. Dalam paruh kedua kalimat syahadat itu kita bersaksi akan kenabian Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, kerasulannya, kejujurannya, perjuangannya, akhlaknya, dakwahnya, ketulusannya, tindak-tanduknya, dan lain sebagainya.

Cara menumbuhkan kecintaan kepada Rasulullah Saw

Apa yang dapat kita tempuh sebagai langkah nyata dan segera untuk meningkatkan kualitas syahadat atau kesaksian kita kerasulan Muhammad shallallahu alaihi wasallam? Berikut ini hanya sedikit contoh, dan dapat ditambahi sendiri sesuai situasi dan kondisi masing-masing. Cara menumbuhkan kecintaan kepada nabi Muhammad Saw bisa dilakukan dengan berbagai macam cara antara lain sebagai berikut:

  • Pertama, Bila kita memiliki sedikit kelapangan, belilah satu buku terkait siroh (sejarah kehidupan) Rasulullah. Terdapat sangat banyak karya bagus di bidang ini yang berbahasa Indonesia, termasuk yang diterjemahkan dari edisi aslinya yang berbahasa Arab. Misalnya: Nurul Yaqin karya Syekh Muhammad Khudhari dan Ar- Rahiq Al-Makhtum karya Syekh Shafiyurrahman Al-Mubarakfuri. Kedua karya ini sangat populer.
  • Kedua, Bisa juga dengan mencari video-video ceramah para ulama’, kyai, asatidz, yang mengisahkan kehidupan beliau. Sangat banyak bertebaran di internet dan media sosial. Carilah narasumber yang dikenal lurus dan terpercaya, sebab kisah-kisah kenabian dikaji dan dituturkan terutama untuk membangun iman. Bila sumber kisah semacam itu menyimpang, dikhawatirkan iman kita pun ikut menyimpang.

Baca juga: 8 Tips Sukses Berbakti Kepada Orang Tua

  • Ketiga, Bagi yang terbiasa mengikuti majelis-majelis pembacaan Maulid semisal karya Syekh al-Barzanji dan Syekh ad-Diba’iy, cobalah mencari tahu lebih jauh apa isi kandungan syair-syair indah itu. Jangan berhenti sebatas menikmati alunan nada dan iramanya. Sebab, itu bukan ayat-ayat Al-Qur’an; yang mana kita tidak akan mendapat pahala hanya dengan mendengarnya. Syair-syair Maulid sesungguhnya mengisahkan kehidupan junjungan kita, Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam, dan faidahnya akan terlimpah setelah kita memahami apa yang
    diungkapkan di dalamnya.
  • Keempat, Ceritakan juga kepada anak-anak kita, atau belikan mereka buku-buku yang akan mengenalkan kepada junjungan kita, Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wasallam. Semoga kelak mereka bersaksi atas kenabian beliau dengan sebenar-benarnya, dan kesaksian mereka diterima oleh Allah karena didasari ilmu, bukan hanya pernyataan tanpa hakikat.

Akhirnya, Semoga Allah ta’ala memberi kita taufik untuk senantiasa meningkatkan keimanan kita, khususnya terkait keimanan kepada kenabian Muhammad shallallahu alaihi wasallam. Dan semoga kelak kita berada diakui sebagai umatnya, berada dalam barisan panji Rasulullah Saw, serta mendapatkan syafaatnya. Aamiin.

0 comment

You may also like

Leave a Comment