Home Muslimah 3 Peran Ibu dalam Mendidik Anak

3 Peran Ibu dalam Mendidik Anak

by Umi Aga
Peran ibu dalam mendidik anak

Peran ibu dalam dunia anak tidak akan tergantikan. Perhatian seorang ibu pada anak takkan terbeli oleh apapun. Peran ibu tidak akan terulang kembali, karena umur anak takkan berputar kembali. Bagi anak, Ibu adalah segalanya. Pepatah mengatakan wanita adalah tiang negara. Apabila para wanita baik maka selamatlah negara. Sebaliknya, jika para wanita buruk maka rusaklah negara. Pendek kata, wanitalah penentu masa depan. Tidak berlebihan kiranya, mengingat peran sentralnya sebagai ibu rumah tangga.

Wabah feminisme dan genderisme berusaha mengaburkan peran wanita sebagai ibu rumah tangga. Paham ini menganggap wanita modern harus sejajar dengan laki-laki. Akibatnya, tidak ada batasan yang jelas, siapa pemimpin dalam keluarga. Banyak wanita lebih asyik bekerja daripada menjadi ibu rumah tangga. Mereka menganggap peran ibu rumah tangga merendahkan martabat dan bentuk perbudakan terhadap wanita.

Ibu Menjadi Pendidik Utama

Dalam Islam, hukum wanita bekerja itu mubah (boleh). Sedangkan menjadi ibu rumah tangga adalah kewajiban. Jadi, sah-sah saja wanita muslim memilih bekerja, namun jangan sampai melupakan kewajibannya. Bagi wanita muslim, menomor satukan kewajiban tentu lebih utama. Seorang wanita muslim harus terdidik sempurna. Bahkan harus lebih terdidik daripada laki-laki, karena ialah madrasatul β€˜ula (pendidikan pertama dan utama) bagi anak-anaknya. Di tangan kaum ibulah generasi muslim berada.

Baca juga: 5 Tujuan Menikah Yang Wajib Diketahui

Sebagai madrasatul β€˜ula bagi anak-anaknya, ibulah lembaga pendidikan pertama dan utama seorang anak. Tidak berlebihan jika kiranya jika nasib sebuah bangsa berada di tangan kaum ibulah. Mengingat betapa pentingnya peran mereka sebagai pendidik utama generasi bangsa. Berikut ini 3 peran seorang ibu dalam mendidik anak versi redaksi annidafashion.com, cekibrot:

1. Peran Ibu dalam Mendidik Anak sebagai Pemenuh Kebutuhan

Seorang ibu menjadi tumpuan utama seorang anak. Terutama ketika anak usia balita sampai periode anak sekolah, bahkan menjelang dewasa. Di masa ini, seorang ibu harus menyediakan waktu untuk selalu bersama, berinteraksi, dan berkomunikasi secara terbuka dan timbal balik dengan anaknya.

Di periode ini, kebutuhan dasar seorang anak meliputi kebutuhan fisik, psikis, sosial, dan spiritual. Makan, minum, pakaian, tempat tinggal, merupakan kebutuhan fisik. Kebutuhan psikis meliputi kebutuhan Kasih sayang, rasa aman, diterima, dan dihargai merupakan kebutuhan psikis.

Kebutuhan sosial akan diperoleh anak dari kelompok di luar lingkungan keluarganya. Ibu hendaknya memberi kesempatan bagi anak untuk bersosialisasi dengan teman seusianya. Kebutuhan spiritual berupa pendidikan agama, sehingga anak mengerti kewajiban kepada Allah SWT, Rasul, sesama manusia dan lingkungannya, serta orang tua.
Seorang ibu harus memberikan kebutuhan anak secara wajar dan bertanggung jawab, tidak berlebihan atau kurang. Bila tidak tepat akan menimbulkan pribadi yang kurang sehat di masa yang akan datang.

2. Peran Ibu dalam Mendidik Anak sebagai Suri Teladan

Dalam mendidik anak, seorang ibu harus mampu menjadi teladan yang baik bagi anak-anaknya. Sejak anak lahir dari rahim seorang ibu, maka ibulah yang banyak mewarnai dan mempengaruhi perkembangan pribadi, perilaku, dan akhlak anak.

Peran ibu dalam mendidik anak

Peran ibu dalam mendidik anak

Dalam membentuk perilaku anak, tidak hanya melalui lisan tetapi juga lewat tingkah laku. Anak akan selalu melihat dan mengamati tingkah laku ibunya. Selanjutnya anak meniru dalam kehidupannya.

Anak cenderung menjadikan ibu sebagai figur, contoh, dan teladan oleh anak baik sikap maupun perilakunya. Sehingga, seorang ibu harus memiliki nilai-nilai kebaikan pribadi, akhalqul karimah. Semuanya harus tercermin dalam sikap dan perilaku seorang ibu.

3. Peran Ibu dalam Mendidik Anak Sebagai Pemberi Stimulasi

Sejak kelahiran seorang anak, proses pertumbuhan berbagai organ belum sepenuhnya sempurna. Perkembangan proses organ tubuh anak sangat tergantung stimulasi atau rangsangan dari ibunya. Stimulus dari seorang ibu, akan memperkaya pengalaman dan mempunyai pengaruh yang besar bagi perkembangan kognitif, afegtif, dan psikomotorik anak.

Bila pada bulan-bulan pertama anak kurang mendapatkan stimulasi visual, perhatian terhadap lingkungan sekitar juga akan berkurang. Stimulasi verbal dari ibu akan sangat memperkaya kemampuan bahasa anak baik dari kualitas maupun kuantitasnya. Kesediaan ibu untuk berbicara dengan anaknya akan mengembangkan proses bicara anak.

Baca juga: 4 Kesalahan Penyebab Pertengkaran Rumah Tangga

Sosok ibu harus terus meningkatkan kualitas dirinya dengan memperkaya sebanyak mungkin ilmu pengetahuan, teknologi, dan seni sebagai modal dalam keberhasilannya sebagai pemberi stimulasi. Sikap ibu yang penuh dengan kasih sayang, memberi kesempatan anak untuk memperkaya pengalaman, dan menjadi teladan yang positif bagi anaknya. Jadi, perkembangan mental anak akan sangat teragntung oleh seberapa rangsangan seorang ibu terhadap anaknya.

Peran ibu dalam dunia anak tidak akan tergantikan. Perhatian seorang ibu pada anak takkan terbeli oleh apapun. Peran ibu tak akan terulang kembali, karena umur anak takkan bisa diputar lagi. Maka, seorang ibu harus sadar dengan perannya, yakni sebagai fulltime-mother bagi anak-anaknya. So, karir terbaik wanita adalah menjadi ibu sepenuhnya.

0 comment

You may also like

Leave a Comment