Home Muslimah Keluarga Sakinah, Bagaimana Ciri-cirinya?

Keluarga Sakinah, Bagaimana Ciri-cirinya?

by Anggada R.
Keluarga sakinah mawadah wa rahmah

Keluarga yang bahagia menjadi dambaan setiap orang yang melakukan pernikahan. Rumah yang nyaman, suami istri yang rukun, anak-anak yang patuh, rezeki yang berkelimpahan adalah mimpi semua orang yang menjalani biduk rumah tangga. Pertanyaannya, bagaimana kita bisa mewujudkan semua itu? Mari kita kenali dulu apa yang dimaksud keluarga sakinah mawadah wa rahmah beserta ciri-cirinya.

Pengertian Sakinah Mawadah Wa Rahmah

Dalam bahasa Arab kata sakinah mengandung arti tenang, terhormat, aman, merasa dilindungi, penuh kasih sayang, mantap dan memperoleh pembelaan. Penggunaan nama sakinah, diambil dari al Quran surat Ar-rum ayat 21, yaitu “litaskunu ilaiha” yang artinya bahwa Allah Swt telah menciptakan perjodohan bagi manusia agar yang satu merasa tenteram terhadap yang lain. Jadi keluarga sakinah adalah keluarga yang semua anggota keluarganya merasakan cinta kasih, keamanan, ketentraman, perlindungan, bahagia, keberkahan, terhormat, dihargai, dipercaya dan dirahmati oleh Allah SWT.

Dalam keluarga yang sakinah, pasti akan muncul mawaddah dan rahmah. Mawaddah adalah cinta yang membara, cinta yang menggebu-gebu, kasih sayang kepada lawan jenis. Mawaddah bisa diartikan sebagai cinta yang didorong oleh kekuatan nafsu seseorang pada lawan jenisnya. Karena itulah, setiap mahluk Allah diberikan sifat ini, baik hewan maupun manusia. Mawaddah merupakan cinta dikarenakan hal-hal material diantaranya kecantikan, ketampanan, bentuk yang menggoda, harta benda, jabatan, dan lain sebagainya. Mawaddah itu sinonimnya adalah mahabbah yang artinya cinta dan kasih sayang.

Sedangkan Rahmah adalah anugerah dari Allah Swt, yang memiliki arti ampunan, anugerah, karunia, rahmat, belas kasih, rejeki. Jadi, Rahmah adalah jenis cinta kasih sayang yang lembut, siap berkorban untuk menafkahi dan melayani dan siap melindungi kepada yang dicintai. Rahmah cenderung pada sifat qolbiyah atau suasana batin yang terimplementasikan pada wujud kasih sayang, seperti cinta tulus, kasih sayang, rasa memiliki, membantu, menghargai, rasa rela berkorban, yang terpancar dari cahaya iman. Sifat rahmah ini akan muncul manakala niatan pertama saat melangsungkan pernikahan adalah karena mengikuti perintah Allah dan sunnah Rasulullah.

Keluarga sakinah mawadah wa rahmah

Keluarga sakinah mawadah wa rahmah

Ciri-ciri Keluarga Sakinah Mawaddah Wa Rahmah

1. Pilar keluarga sakinah terdiri dari beberapa hal yaitu memiliki kecenderungan kepada agama, yang muda menghormati yang tua dan yang tua menyayangi yang muda, sederhana dalam belanja, santun dalam bergaul dan selalu introspeksi. Dalam hadist juga disebutkan, Empat hal yang akan mendatangkan kebahagiaan keluarga yakni: suami dan isteri yang setia, anak-anak yang berbakti, lingkungan sosial yang sehat, dan dekatnya rizqi.

2. Hubungan antara suami isteri harus atas dasar saling membutuhkan, seperti layaknya pakaian dan yang memakainya. Suami terhadap isteri dan sebaliknya menfungsikan diri layaknya seperti pakaian yaitu menutup aurat, melindungi diri, dan perhiasan. Jika istri mempunyai suatu kekurangan, suami tidak menceritakan kepada orang lain, begitu juga sebaliknya. Jika istri sakit, suami segera mencari obat atau membawa ke dokter, begitu juga sebaliknya. Isteri harus selalu tampil membanggakan suami. Suami juga harus tampil membanggakan isteri. Jangan terbalik jika saat keluar rumah istri atau suami tampil menarik agar dilihat orang banyak. Sedangkan giliran ada di rumah suami atau istri berpakaian seadanya, tidak menarik, awut-awutan, sehingga pasangannya tidak menaruh simpati sedikitpun padanya. Suami istri saling menjaga penampilan pada masing-masing pasangannya.

3. Suami isteri dalam bergaul memperhatikan hal-hal yang ma’ruf secara sosial dianggap patut dan pantas. Besarnya mahar, nafkah, cara bergaul dan sebagainya harus memperhatikan nilai-nilai ma`ruf. Hal ini terutama harus diperhatikan oleh suami isteri yang berasal dari kultur yang memiliki perbedaan tajam dalam hal tradisi dan kebiasaan.

Baca Juga: Tips Membangun Keluarga Bahagia

4. Suami istri secara tulus menjalankan masing-masing kewajibannya dengan didasari keyakinan bahwa menjalankan kewajiban itu merupakan perintah Allah Swt yang dalam menjalankannya harus tulus ikhlas. Suami menjaga hak istri dan istri menjaga hak-hak suami. Dari sini muncul saling menghargai, mempercayai, dan setia. Suami menunaikan kewajibannya karena mengharap ridha Allah. Dengan menjalankan kewajiban inilah suami berharap agar amalnya menjadi berpahala disisi Allah. Sedangkan istri, menunaikan kewajiban seperti melayani suami, mendidik anak-anak, dan lain sebagainya juga berniat semata-mata karena Allah. Kewajiban yang dilakukan diyakini sebagai perintah Allah.

5. Semua anggota keluarga beriman dan bertaqwa kepada Allah Swt dan meneladani Rasul-Nya. Menjadikan syariat agama sebagai pegangan dan pedoman hidup dalam menjalani kehidupan rumah tangga. Artinya hukum-hukum Allah dan agama Allah terimplementasi dalam pergaulan rumah tangga.

6. Rizqinya selalu bersih dari yang diharamkan Allah SWT. Penghasilan suami sebagai tonggak berdirinya keluarga itu selalu menjaga rizqi yang halal. Suami menjaga agar anak dan istrinya tidak berpakaian, makan, bertempat tinggal, memakai kendaraan, dan semua pemenuhan kebutuhan dari harta haram. Dia berjuang untuk mendapatkan rizki halal saja.

7. Anggota keluarga selalu ridha terhadap anugerah Allah yang diberikan kepada mereka. Jika diberi lebih mereka bersyukur dan berbagi dengan fakir miskin. Jika kekurangan mereka sabar dan terus berikhtiar. Mereka keluarga yang selalu berusaha untuk memperbaiki semua aspek kehidupan mereka dengan wajib menuntut ilmu-ilmu agama Allah SWT.

Semoga Allah Swt menjadikan keluarga kita sakinah mawadah wa rahmah. Menggapai kebahagian dunia dan akherat. Bersama-sama seluruh keluarga masuk ke dalam surga kebahagiaan-Nya. Aamiin

0 comment

You may also like

Leave a Comment