4 Tahap Perkembangan Anak. Perkembangan anak harus dilihat secara utuh, yang mencakup fisik, mental, sosial, dan emosi mereka. Secara umum, tahapannya akan dipaparkan dalam tulisan berikut ini. Namun, ingatlah bahwa kemajuan anak ber beda-beda dan waktu yang dilalui untuk tiap tahap tidak mencerminkan kecerdasan mereka.
Dengan kata lain, Anda tidak bisa menilai bahwa si adik kurang cerdas dibandingkan kakaknya. Misalnya, karena pada usia setahun belum bisa berjalan seperti kakaknya dulu. Adik mungkin mempunyai kepribadian yang mengharuskan dia bergerak lebih lambat agar bisa menikmati hidup dan benar-benar menyerap pembelajaran.
Perkembangan masing-masing anak jelas berbeda-beda. Sebagai orang tua, kita wajib mengetahui karakteristik perubahan perkembangan anak. Agar bisa membimbing dan mengarahkannya secara tepat. Nah, Berikut ini adalah tahap perkembangan anak.
Daftar Isi
1. Perkembangan Fisik
Begitu dilahirkan, anak mengembangkan kekuatan jasmaniah. Mulai dari atas ke bawah, yakni kepala, badan, tungkai, dan kaki. Kemudian dari dalam ke luar, yakni tubuh, lengan dan tungkai, tangan dan kaki, lalu jemari tangan dan jemari kaki.
Perkembangan otot-otot besar, yakni melompat, berlari, melempar, menangkap, membawa, memanjat, dan menyeimbangkan diri. Perkembangan otot besar ke otot-otot kecil, meliputi menggunakan otot pergelangan tangan dan jemari dalam kegiatan, seperti menggunting, menggambar, meronce, membangun menara, dan membentuk plastisin.
Baca juga: Mengenal Watak Anak Introvert Extrovert dan Ambivert
Urutan ini hampir dialami semua manusia. Perkembangannya mungkin berbeda untuk anak difabel. Selagi anak-anak masih kecil, kita perlu melatih otot-otot kasar dan halus mereka dengan pelbagai kegiatan. Otot-otot yang terlatih dan kesehatan tubuh yang terjaga sangat penting untuk keberhasilan anak dalam membaca, menulis, dan berhitung nantinya.
2. Perkembangan Mental
Ketika anak dilahirkan, otaknya sudah siap dan antusias ingin belajar. Otaknya bisa diibaratkan dengan komputer baru. Ia memiliki potensi besar untuk berkembang, bergantung pada apa yang kita programkan ke dalamnya. Pengalaman awal sangat mempengaruhi cara seseorang berkembang. Karena itu, orangtua sangat bertanggung jawab tentang masa depan anaknya.

4 Tahapan Perkembangan Anak
Kegiatan yang kits lakukan bersama anak sejak dia dilahirkan hingga usia 10 tahun akan menentukan bagaimana pola pembelajarannya berkembang. Ketika anak berinteraksi dengan lingkungannya, dia mengasah kemampuan memecahkan masalah, berpikir kritis, dan berbahasa.
3. Perkembangan Sosial
Pertama-tama, anak mengembangkan kesadaran tentang dirinya. Kemudian kesadaran bahwa dia adalah anggota sebuah keluarga. Dia mulai memperhatikan anak-anak lain dan ingin berinteraksi dengan mereka. Perkembangan cara bermainnya melalui beberapa tahap:
1. Bermain sendiri.
2. Bermain di dekat anak lain, tetapi tidak bersama mereka.
3. Bermain bersama mereka, tetapi tidak berbagi.
4. Bermain sekaligus berbagi.
5. Bermain dengan suatu tujuan.
6. Melakukan permainan terorganisasi.
Baca juga: Peduli Anak Yatim Piatu dan Jaminan Surga
Tahapan ini berkembang seiring waktu dan pengalaman. Kelak, anak-anak mengembangkan kemampuan menghargai hak-hak orang lain dan merasakan empati terhadap sesama. Mereka belajar bekerja sama dengan teman-teman dan menyelesaikan konflik secara damai. Anda dapat berinteraksi dengan anak sembari mendorong perilaku kooperatif dan menghargai orang lain. Berinteraksi dengan orang lain secara positif sangat penting demi keberhasilan dalam hidup.
4. Perkembangan Emosi
Seiring waktu, bayi belajar bahwa mereka bukan pusat alam semesta dan bahwa mereka bisa mengandalkan orang lain. Mereka belajar memercayai atau tidak memercayai orang lain. Pada usia batita, mereka belajar untuk merasa bangga akan pencapaian mereka dan menyatakan pendapat serta keinginan mereka.
Setelah memasuki usia prasekolah, anak-anak belajar berpisah dari orangtua dan menyesuaikan diri dengan lingkungan sekolah. Mereka mulai berpartisipasi dalam kegiatan kelas, belajar mengantre dan menyelesaikan konflik menggunakan kata-kata. Serta belajar mengendalikan emosi. Mereka belajar bahwa membuat kesalahan ada manfaatnya.
Mereka mengembangkan kepercayaan terhadap diri sendiri dan belajar mencintai diri sendiri. Anda dapat membantu anak-anak dengan mendorong mereka dan menunjukkan keyakinan Anda terhadap kemampuan mereka. Demi keberhasilan di sekolah dan kehidupannya pada masa depan, anak perlu memiliki kepercayaan diri dan menyukai diri sendiri.
(Dikutip dari Buku Yuk Jadi Orangtua Shalih! β Karya Ihsan Baihaqi Ibnu Bukhari)
