6 Cara Mengatasi Kesedihan Menurut Al-Kindi. Abu Yusuf Yaqub bin Ishaq Al-Kindi atau lebih dikenal dengan sebutan Al-Kindi adalah seorang tokoh Filsafat muslim. Semasa hidupnya Al-Kindi menghasilkan banyak karya. Di antaranya adalah Al-Hillah Ii Dafβi al-Ahzan (Kiat Menahan atau Menepis Kesedihan), Fi al-Falsafah al-Ula (Filsafat Pertama), Risaah Ji Hudud al-Asyaβ (Hukum Benda-benda Alam), dan beberapa karya lainnya.
Dari sekian banyak pemikiran yang dihasilkan al-Kindi, ada sebuah karya yang jarang diketahui banyak orang, dimana tulisan beliau membahas tentang masalah kesedihan. Karya beliau ini berjudul βFi al-Hillah Ii Dafβi al-Ahzanβ atau kiat melawan kesedihan.
Karya al-Kindi ini mendiskusikan suatu gangguan psikis (neurosis) pada manusia yang sering disebut sebagai kesedihan (al-huzn). Menurut beliau, kesedihan adalah sualu penyakit yang dapal menjangkiti manusia di mana saja, kapan saja dan siapa saja, hal ini terjadi ketika yang bersangkutan memiliki suatu keinginan dan kemudian mengalami kehilangan atau kegagalan atas sesuatu yang diinginkannya.
Penyebab Timbulnya Kesedihan
Menurut al-Kindi, penyebab dari kesedihan adalah sikap manusia yang menjadikan kecintaan dan keinginan akan hal-hal yang bersifat inderawi (fana). Dan menjadikan kecintaan serta keinginan pada hal-hal fana ini pada posisi yang tinggi atau hal paling utama.
Baca juga: Mengenal Watak Anak Introvert Extrovert dan Ambivert
Kemudian karena keinginan dan kecintaan yang bersifat inderawi tadi hilang atau tidak berhasil diraih maka orang itu akan dengan mudah tertimpa kesedihan. jika seseorang ingin terhindar dan mencegah dirinya dari gangguan kesedihan, maka ia harus menjadikan kecintaan dan keinginan-keinginannya pada dunia yang rasional dan bukan pada dunia inderawi atau materi yang bersifat fana.
Manusia akan selalu mengalami kehilangan atas sesuatu yang dicintai atau yang dicari. Jika seseorang selalu membiasakan diri untuk bersedih setelah mengalami kehilangan tersebut, maka orang itu pasti akan tertimpa dan selalu berada dalam kesedihan. Jadi hal mendasar yang dapat menyebabkan timbulnya kesedihan adalah irrasionalitas alam pikiran manusia yang menimbulkan keinginan dan kecintaan pada hal-hal yang bersifat inderawi (fana).

6 Cara Mengatasi Kesedihan Menurut Al-Kindi
Terapi dan cara Mengatasi Kesedihan
Untuk mengatasi dan mencegah timbulnya kesedihan, al-Kindi mengemukakan beberapa formula. Cara yang kiranya dapat digunakan sebagai terapi, baik sifatnya mengobati ataupun pencegahan atas penyakit psikis ini.
Baca juga: Cara Merawat Rasa Cinta dalam Rumah Tangga
Adapun saran-saran dari al-Kindi agar terhindar dari kesedihan adalah sebagai berikut:
- Memahami asal dan sifat dasar dari kesedihan. Yakni membedakan apakah kesedihan itu timbul akibat perbuatan diri sendiri ataukah ditimbulkan dari perbuatan orang lain. Kita harus berusaha menjauhkan diri dari perbuatan-perbuatan yang sekiranya dapat menimbulkan kesedihan.
- Berusaha untuk mengingat-ingat dan menyadarkan diri bahwa apa-apa yang kita alami (kehilangan) yang mengakibatkan kesedihan, pernah dialami oleh orang lain dan pada akhirnya kehilangan tersebut dapat diterima dan kesedihan-kesedihan itu lama-kelamaan sirna.
- Berupaya untuk menyadarkan atau mengingatkan diri bahwa keinginan kita untuk tidak pernah tertimpa kesedihan adalah seperti kita menginginkan sesuatu yang tidak mungkin. Hal ini harus dipahami karena kesedihan merupakan konsekwensi atau akibat logis dari kefanaan
- Membiasakan diri dengan hal-hal yang mulia atau terpuji dan rela terhadap segala keadaan yang terjadi agar kita selalu bahagia. Serta merelakan atas kehilangan apa-apa yang dicintai.
- Menyadari bahwa kebahagiaan sejati bagi manusia bukanlah kenikmatan yang bersifat inderawi, duniawi dan artifisial. Tetapi berupa kenikmatan yang bersifat ilahiyah dan ruhaniah yang dapat dicapai manusia jika dalam keadaan suci dari noda syahwat dan kenikmatan inderawi.
- Mengingat bahwa milik kita adalah titipan Allah, dan Allah bisa mengambil titipan itu kapan saja Dia mau. Maka kita tidak boleh berduka lantaran kehilangan titipan yang diambil dari diri kita.
Dapat kita simpulkan bahwa ada hal-hal mendasar yang harus diperhatikan agar terhindar atau untuk meminimalisir dampak dari kesedihan. Yakni ketabahan, kesabaran dan pemahaman akan eksistensi diri sebagai makhluk Tuhan. Serta pikiran rasional lebih menguasai jiwa dan akal daripada kecintaan akan kefanaan atau materi dalam menjalani hidup di dunia.
