Cara Merawat Rasa Cinta dalam Rumah Tangga. Cinta sebagaimana fitrahnya memiliki dua sisi yang tak terpisahkan. Rasa cinta merupakan anugerah dan cinta di lain sisi bisa menjadi musibah. Anugerah cinta menjadi kenikmatan bila karena Allah dan fisabilillah. Cinta yang demikian tidak menjadi masalah, baik cinta kepada siapa dan seberapa besar asalkan karena Allah dan dijalan-Nya.
Cinta adalah persoalan hati (qalbu). Hati seperti namanya βyataqallabuβ adalah bersifat labil. Sehingga yang diperlukan adalah upaya maksimal lahir batin dalam pengendalian dan perawatannya. Melalui proses manajemen dan pengendalian cinta, seseorang dapat menjadikan perasaan cinta sebagai motivasi kontrol dalam kebajikan dan kemuliaan.
Skala Prioritas Cinta
Manajemen cinta akan menumbuhkan sikap adil. Cinta yang adil akan membawa hidup yang sehat dan seimbang (tawazun). Tidak akan menjadi sumber penyakit. Sebagaimana Ibnul Qayyim Al-Jauziyah sampaikan bahwa cinta bagi ruh sama dengan fungsi makanan bagi tubuh. Jika engkau meninggalkannya tentu akan membahayakan dirimu dan jika engkau terlalu banyak menyantapnya serta tidak seimbang tentu akan membinasakanmu.
Proses menuju cinta suci yang diberkati Allah tidaklah mudah sehingga memerlukan upaya manajemen diri termasuk pengendalian ego dan penumbuhan rasa empati . Cinta yang dikehendaki Islam adalah cinta sejati dan arif bukan cinta buta yang bodoh. Rumus cinta suci segitiga dalam Islam yaitu cinta yang proporsional (equilibrium love). Antara cinta kepada Allah yang tidak menelantarkan cinta kepada makhluk, dan cinta kepada makhluk yang tidak melalaikan bahkan senantiasa dalam cinta kepada Allah.
Baca juga: Rahasia Dibalik 7 Azimat Ibadah dalam Islam
Cinta karena Allah dan benci karena Allah akan menjadi filter, kontrol sekaligus tolok ukur dalam mencintai segala hal. Dengan demikian cinta yang tulus karena Allah Dzat Maha Abadi inilah yang akan bertahan abadi sementara cinta yang dilandasi motif lainnya justru yang akan cepat berubah, bersifat temporer dan akan membuahkan penyesalan.
Skala prioritas cinta adalah hal yang niscaya dan semestinya diimplementasikan dalam manajemen cinta agar tidak bertabrakan dan merusak hubungan. Prioritas cinta yang pertama adalah cinta Allah dan Rasul-Nya yang berarti cinta Islam, aqidah, syariat di atas segala-galanya. Kemudian cinta kepada orang tua bagi anak lelaki dan bagi wanita yang belum menikah. Adapun wanita yang sudah menikah, cintanya adalah untuk suaminya, baru kemudian kepada orang tua.

Cara Merawat Rasa Cinta dalam Kehidupan Rumah Tangga
Merawat Cinta Dalam Rumah Tangga
Manajemen cinta mengajarkan agar perasaan cinta kepada seseorang tidak menghalangi kita melaksanakan ketaatan kepada sang pencipta. Dengan mengatur kadar cinta, kita tidak akan melakukan ataupun meninggalkan segala hal baik atau bertentangan dengan kemaslahatan diri. Cinta yang proporsional tidak akan membahayakan orang lain dan menimbulkan kerusakan.
Kadar cinta yang berlebihan seringkali justru bisa menjadi sumber kerusakan dan musibah. Sebagai contoh seorang ibu yang begitu memanjakan anak karena cintanya yang mendalam sampai melupakan pendidikan dan pengajarannya yang pada gilirannya justru akan menjadi bumerang bagi orang tuanya karena menjadi anak durhaka.
Baca juga: 5 Tuntunan Islam Bagi Wanita Karir
Dalam pengalaman keseharian, seseorang sering mengalami problematika cinta dengan pasangan hidupnya. Mulai dari merasa tidak dicintai lagi, sudah hambar atau merasa sudah memberikan segalanya namun tidak ada timbal balik cinta yang pantas dan sebagainya.Β Seiring berjalannya waktu dan bertambahnya usia serta masalah keluarga yang datang bertubi-tubi, kadar cinta antar pasangan sering kali memudar. Pudarnya rasa cinta terhadap pasangan tentu saja tidak boleh dibiarkan. Kita harus merawat, menumbuhkan kembali, hingga cinta bermekaran kembali. Dalam rangka merawat rasa cinta, kita bisa melakukan beberapa hal sebagai berikut:
- Sesering mungkin kontak mata yang penuh keteduhan dan kedamaian dengan pasangan
- Menghargai dan menyebut kebaikan pasangan.
- Mengikuti keinginan orang yang kita kasihi tanpa melanggar kaidah syariat
- Bersabar menghadapi sikap dan perlakuan orang yang dicintai.
- Menunjukkan perhatian dan bersedia menyimak curahan hati pasangan
- Berusaha mencintai dan menyenangi apapun yang dicintai pasangan
- Merasakan resiko perjalanan hidup bersama pasangan tanpa keluh kesah
- Memberikan kepedulian dan kecemburuan yang wajar dan proporsional
- Rela berkorban serta ikhlas demi keluarga
- Membenci dan memusuhi apa yang tidak disukai pasangan
Nah, demikianlah beberapa cara merawat rasa cinta antara suami dan istri dalam mengarungi bahtera rumah tangga. Teriring doa, semoga kita dianugerahi kenikmatan hidup, rezeki yang melimpah, keluarga yang sakinah mawaddah warahmah serta keberuntungan di dunia dan akherat. Aamiin.
