Home Muslimah Mengenal Watak Anak Introvert Extrovert dan Ambivert

Mengenal Watak Anak Introvert Extrovert dan Ambivert

by Umi Aga
Mengenal Watak Anak Introvert Extrovert dan Ambivert

Mengenal Watak Anak Introvert Extrovert dan Ambivert. Bagi orang tua yang memiliki anak lebih dari satu, tentu akan mendapati watak, sikap, dan perilaku anak yang berbeda-beda. Ada anak yang sedikit-sedikit akan bilang, β€œBunda aku bosan di rumah, aku mau masuk sekolah”. Ada juga anak yang berkata, β€œAduh kenapa sih masuk sekolah, belajar online di rumah kan enak”.Β  Terkadang pula ada anak yang senang belajar di sekolah sekaligus bahagia belajar di rumah.

Sebagai orang tua tentu kita harus memperhatikan dan memahami perbedaan watak, sikap, perilaku, dan karakter masing anak-anak. Tiap anak memiliki watak bawaan lahir yang unik. Kita tidak boleh mengingkari hal itu, apalagi membandingkan-bandingkannya. Oleh karena itu kita harus melihat dan memperhatikan anak-anak kita dengan bijak.

Pandangan Islam Tentang Watak

Perihal watak tercantum dalam surah al-Isra ayat 84: β€œKatakanlah (Muhammad). Setiap orang berbuat sesuai dengan pembawaannya masing-masing. Maka Tuhanmu lebih mengetahui siapa yang lebih benar jalannya.”

Allah telah berfirman bahwa setiap orang itu sesuai dengan pembawaannya masing-masing. Pembawaan itu salah satunya adalah watak. Watak sefatnya adalah genetik, yakni turunan dari ayahnya dan bisa ada turunan dari ibunya.

Kemudian, dalam Al-Qur’an surah asy-Syams ayat 8-9: β€œMaka Dia mengilhamkan kepadanya (jalan) kejahatan dan ketakwaannya. Sungguh beruntung orang yang menyucikannya (jiwa itu).”

Baca juga: Cara Merawat Rasa Cinta dalam Rumah Tangga

Ayat di atas menjelaskan bahwa Allah mengilhamkan kepada jiwa manusia itu kefasikan dan ketakwaan. Menurut para ahli setelah meneliti otak manusia, menyimpulkan bahwa tuhan menciptakan satu jenis watak dalam otak manusia yang memiliki kekuatan dan kelemahan. Kemudian dijelaskan bahwa sesungguhnya beruntunglah orang orang yang mensucikan jiwa. Jadi beruntunglah orang-orang yang mengangkat kekuatannya dan mengurangi kelemahannya.

Lalu ada di manakah watak itu? Watak itu ada di lobus parietalis di tengah-tengah otak. Ia akan tetap ada dan tidak bisa dihilangkan. Watak bisa dibentuk dengan cara memberikan arahan-arahan, nasihat-nasihat, dan ajaran-ajaran. Nah, untuk mengajarkan anak-anak apa yang bisa dimasukkan di lobus frontalisnya, tentu kita harus lihat dulu dia punya watak yang ada di lobus parietalisnya.

Ciri-ciri Watak Anak

Watak bisa dikenali. Program watak yang ada di otak akan jalan di sistem saraf, kemudian bisa membentuk ciri di wajah, gestur tubuh, perilaku dan cara berpikir. Watak berada di otak. Oleh karena itu muka, sudut mata, sudut bibir, cara anak berdiri, cara anak bergerak, terwarnai oleh watak yang ada di otak masing-masing. Maka anak kita bisa kita deteksi apa wataknya.

Mengenal Watak Anak Introvert Extrovert dan Ambivert

Mengenal Watak Anak Introvert Extrovert dan Ambivert

Watak terbagi menjadi 3 yakni introvert, extrovert, dan ambivert. Tulisan berikut ini akan membahas ciri-ciri dari 3 watak tersebut

1. Ciri Watak Introvert

  1. Watak introvert memiliki ciri-ciri lebih memilih berada di tempat yang sepi. Lebih memilih ada di rumah atau menyendiri menyepi di kamarnya.
  2. Anak-anak yang introvert lebih senang pembelajaran jarak jauh (online) di rumah.
  3. Orang berwatak intorvert lebih produktif di tempat yang tertutup.
  4. Orang yang introvert akan terpulihkan energinya saat sendirian. Jadi orang yang introvert itu supaya bisa istirahat untuk memulihkan energi, dia harus sendirian.
  5. Kemudian orang yang introvert lebih suka bekerja atau belajar sendiri.
  6. Biasanya akan banyak berpikir sebelum mulai bicara. Kalau ada anak yang banyak diamnya, sebetulnya dia tidak diam saja, tapi otaknya lagi bicara, dia sedang berpikir.
  7. Orang atau anak berwatak Introvert cenderung lebih pendiam

Baca juga: 6 Kiat Jitu Memilih Sekolah untuk Anak

2. Ciri Watak Extrovert

  1. Orang yang extrovert senang bertemu banyak orang. Dia lebih semangat bertemu dengan orang baru. Kepengennya bertemu orang baru setiap hari
  2. Dalam kondisi pandemi seperti kemarin, orang-orang yang extrovert mudah gelisah karena terlalu lama di rumah. Tidak nyaman dengan kesendirian, rasa khawatir, dan bosan.
  3. Bagi anak Extrovert, belajar online di rumah membosankan. Dia gelisah dan ingin cepat-cepat masuk sekolah.
  4. Extrovert lebih produktif di tempat terbuka. Ada anak yang senang keluar rumah. Kalau di luar dia lebih produktif.
  5. Orang yang extrovert akan terpulihkan energinya saat beramai ramai. Kalau dalam kondisi ramai energinya muncul lagi. Anak-anak extrovert gelisah kalau belajar sendiri tanpa ada teman-teman.
  6. Watak Extrovert lebih suka bekerja dan belajar dalam tim.
  7. Biasanya akan mengatakan apa yang dia pikirkan. Apa yang baru dipikirkan langsung diomongkan. Dia cenderung lebih suka ceplas-ceplos, out spoken.

3. Ciri Watak Ambivert

  1. Ambivert adalah kombinasi watak introvert dan ekstrovert. Watak Ambivert tergantung situasi dan kondisi. Kadang senang di tempat yang sepi, kadang senang bertemu dengan orang baru.
  2. Orang berwatak Ambivert bisa produktif di tempat tertutup dan bisa pula produktif di tempat yang terbuka.
  3. Dalam memulihkan energi orang berwatak Ambivert tergantung situasi dan kondisi. Bisa sendiri, bisa pula ramai-ramai.
  4. Adapun ambivert bisa belajar dan bekerja sendiri dan bisa juga beramai-ramai.
  5. Ambivert bisa lebih banyak berpikir, bisa juga lebih banyak bicara
  6. Orang Ambivert akan ceplas-ceplos pada situasi tertentu.

Inilah pembagian tiga besar watak. Kira-kira watak anak-anak dari ayah dan bunda yang mana? Apakah introvert? Extrovert? Atau ambivert?. Jika kita sudah tahu jenis watak anak, kita bisa memperlakukan dan membimbing mereka secara lebih terarah, efektif, dan efisien. Kita akan terhindar dari drama melankolis antara anak dan orang tua. Ayah bunda, Selamat berjuang menunaikan amanah anak dari Allah Swt. Semoga kelak mereka menjadi tabungan amal kebaikan dan membawa kita ke Surga-Nya. Aamiin. (Disarikan dari buku Maukah Jadi Orang Tua Bahagia? – dr. Aisyah Dahlan)

0 comment

You may also like

Leave a Comment