Home Hidup Sehat Rahasia Kesehatan Dibalik Pembagian Waktu Shalat

Rahasia Kesehatan Dibalik Pembagian Waktu Shalat

by Umi Aga
Rahasia kesehatan dibalik pembagian waktu shalat

Rahasia kesehatan dibalik pembagian waktu shalat. Allah berfirman dalam Al Quran surat Al Mukmin ayat 61, “Allah yang menjadikan untuk kalian malam sebagai waktu untuk beristirahat dan siang untuk berusaha. Sesungguhnya Allah memiliki keutamaan atas manusia, tetapi kebanyakan manusia tidak bersyukur.”

Dalam ayat yang lain yakni dalam surat Al Qashas ayat 73 Allah berfirman, “Dan karena rahmatNya, Dia jadikan untukmu malam dan siang, supaya kamu beristirahat pada malam itu dan supaya kamu mencari sebagian karunia Nya (pada siang hari) dan agar kamu bersyukur kepada-Nya,”

Imam al-Alusi mengatakan, “Allah telah menjadikan bagi manusia peredaran waktu setiap hari secara teratur seiring pergantian siang dan malam. Siang khusus untuk berusaha dan bekerja, sementara malam khusus untuk beristirahat dan tidur. Allah menjadikan malam dalam keadaan gelap dan dingin. Udara yang dingin pada malam hari menjadi sebab lemahnya kekuatan yang menggerakkan tubuh dan kegelapan pada malam hari melahirkan ketenangan pada perangkat indrawi.

Perputaran waktu antara siang dan malam sangat berpengaruh terhadap perputaran jam biologis manusia yang mengatur sistem kerja seluruh tubuh. Para peneliti menemukan bahwa waktu-waktu sholat bersesuaian secara sempurna dengan aktifitas biologis manusia. Sehingga waktu-waktu sholat menjadi pemandu yang menentukan aktivitas manusia.

Rahasia Kesehatan Waktu Sholat

Berikut ini adalah rahasia kesehatan di balik pembagian waktu sholat.

Waktu Sholat Subuh

Pada waktu Subuh seorang muslim bangun untuk mendirikan shalat Subuh dan pada saat itu ia mengalami tiga kondisi penting:

Pertama, Kesiapan untuk menghadapi terang cahaya, ketika kelenjar pineal menurunkan aktivitasnya, melatonin menurun kadarnya, dan aktivitas lain yang berkaitan dengan terang siang mengalami peningkatan.

Baca juga: Manfaat Madu Yang Luar Biasa dan Jarang Diketahui

Kedua, Sistem jaringan saraf parasimpatetik mengakhiri aktivitasnya yang dimulai pada malam hari dan mulai bekerjanya saraf simpatetik yang mendorongnya beraktivitas.

Ketiga, Kesiapan untuk mempergunakan seluruh energi yang terpicu oleh produksi hormon kortisol pada waktu pagi. Peningkatan energi itu terjadi begitu saja tidak diseba kan oleh pergerakan atau turun dari ranjang. Pada saat yang sama hormon serotonin dan endorfin dalam darah mengalami peningkatan.

Waktu Sholat Dzuhur

Seorang muslim mendirikan shalat Zuhur dan pada saat yang sama ia mengalami tiga kondisi:

Pertama, Jiwanya merasa tenang dengan mendirikan shalat sebagai akibat peningkatan hormon adrenalin yang mulai di produksi pada waktu pagi;

Kedua, Jiwanya merasa tenang sebagai akibat peningkatan hormon testosteron yang memuncak pada waktu Zuhur;

Ketiga, Jam biologis meminta tubuh untuk memproduksi energi baru karena belum tuntasnya seluruh aktivitas pada hari itu. Karena itulah shalat menjadi amal yang memberikan ketenangan serta menghilangkan kegelisahan dan kelelahan yang diakibatkan oleh rasa lapar.

"<yoastmark

Waktu Sholat Asar

Seorang muslim mendirikan shalat Asar atas keyakinan yang penuh untuk melaksanakannya. Waktu Asar berkaitan erat dengan peningkatan produksi hormon adrenalin tahap kedua. Peningkatan itu bareng dengan munculnya semangat untuk melakukan beberapa aktivitas, terutama aktivitas jantung. Sebagaimana kita ketahui, banyak penderita penyakit jantung yang mendapat serangan pada saat-saat seperti itu. Fenomena itu menunjukkan bahwa organ tubuh yang sangat vital ini mengalami kelelahan pada waktu itu.

Baca juga: Inilah Segudang Khasiat Pare yang Luar Biasa

Yang lebih mengejutkan, ternyata peristiwa kematian bayi yang baru lahir banyak terjadi pada jam-jam tersebut, yang mencapai puncaknya pada pukul dua siang. Begitu pula, banyak peristiwa kematian secara umum yang terjadi antara pukul 2 hingga pukul empat setelah Zuhur meskipun kita tetap meyakini bahwa ajal setiap orang telah Allah tentukan dan bahwa setiap jiwa memiliki ketentuan masing-masing.

Semua ini menunjukkan betapa jam-jam setelah Zuhur merupakan saat-saat yang berat bagi aktivitas tubuh secara umum, dan khususnya aktivitas jantung. Nyatanya, sebagian besar penyebab kematian bayi yang baru lahir adalah masalah jantung dan pernapasan. Bahkan, pada orang dewasa pun, penyebab terbesarnya adalah persoalan jantung dan pernapasan, karena tubuh manusia mengalami keadaan yang sangat berat pada jam-jam tersebut. Penyebabnya adalah terjadinya peningkatan peptida tertentu yang memengaruhi konsentrasi dan kecenderungan untuk tidur. Shalat Asar dengan demikian, menjadi saat peralihan yang mendorong manusia untuk menghentikan segala aktivitas pekerjaan agar seluruh metabolisme tubuh terhindar dari kelelahan.

Waktu Sholat Maghrib

Ketika datang waktu Magrib, produksi hormon kortisol menurun, dan kekuatan tubuh juga mulai berkurang, seiring dengan pergantian hari dari terang menuju gelap. Keadaan Magrib merupakan kebalikan dari keadaan Subuh.

Pada waktu Magrib, produksi hormon melatonin mulai bertambah yang mendorong seseorang untuk beristirahat dan tidur. Tubuh mulai merasa malas dan lelah. Shalat Magrib merupakan saat peralihan an tara periode aktivitas dan periode istirahat. Shalat Magrib tiga rakaat seakan-akan menjadi sarana relaksasi bagi tubuh sehingga tubuh bisa menyesuaikan diri dengan perubahan fisiologis tiba tiba yang mengiringi penurunan kadar hormon kortisol.

Baca juga: 10 Manfaat Dzikir Yang Luar Biasa

Shalat Magrib merupakan saat peralihan dari keadaan terang menuju gelap. Keadaan pada jam-jam tersebut berkebalikan dari keadaan pada jam jam Subuh. Pada saat Magrib, produksi hormon melatonin meningkat seiring dengan munculnya kegelapan sehingga manusia merasa malas dan ngantuk Pada saat yang sama, terjadi penurunan hormon serotonin, kortisol, dan endorfin.

Waktu Sholat Isya

Shalat Isya merupakan saat peralihan antara keadaan kerja menuju keadaan istirahat, kebalikan dari shalat Subuh. Secara bertahap namun pasti, terjadi peralihan kekuasaan dari sistem saraf simpatetik kepada sistem saraf parasimpatetik. Mungkin karena inilah Nabi saw. menganjurkan umatnya untuk mengakhirkan shalat Isya sampai pada waktu sebelum tidur. Tak ada lagi aktivitas yang setelah shalat Isya. Pada saat itu terjadi penurunan suhu tubuh, begitu pula detak jantung, sementara produksi hormon-hormon darah mengalami peningkatan.

Kesesuaian waktu waktu shalat itu dengan peralihan keadaan dan aktivitas alami tubuh manusia yang sangat penting bagi tubuh menjadikan lima waktu shalat sebagai kebutuhan tak terhindarkan yang manusia butuhkan untuk mendapat ketenangan dan kebahagiaan.

Jadi, kita dapat mengatakan bahwa shalat-shalat fardu itu menjadi isyarat bagi manusia untuk menyesuaikan aktivitas kerjanya dengan peralihan aktivitas tubuh alami yang telah menjadi ketetapan tak tergantikan sepanjang masa. Nah demikian tadi penjelasan tentang rahasia kesehatan pembagian waktu shalat. Semoga bermanfaat.  (Saduran dari Buku Pintar Mukjizat Kesehatan Ibadah – Karya Dr. Jamal Elzaky)

0 comment

You may also like

Leave a Comment